
Harga emas dan perak awalnya turun akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan blokade angkatan laut AS, yang mendorong harga minyak di atas $104 dan meningkatkan kekhawatiran inflasi. Biaya energi yang lebih tinggi memicu inflasi, menekan emas sebagai penyimpan nilai dan menciptakan ketidakpastian bagi perak yang sensitif terhadap permintaan industri. Meski terjadi volatilitas jangka pendek dan konsolidasi harga di bawah level resistance penting ($4.800 untuk emas dan $100 untuk perak), kedua logam tetap memiliki prospek bullish selama level support krusial ($4.000 untuk emas dan $50 untuk perak) bertahan. Risiko geopolitik dan tekanan inflasi yang berlanjut menunjukkan potensi kenaikan harga emas dan perak setelah volatilitas pasar stabil.