
Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20% pasokan minyak global, masih tertutup akibat konflik yang melibatkan Iran, mengancam gangguan pasokan minyak besar pada pertengahan April. Meski ada langkah sementara seperti pelepasan cadangan strategis dan pelonggaran sanksi, langkah ini diperkirakan akan habis segera, berpotensi menyebabkan kenaikan tajam harga minyak dan energi secara global. Pasar fisik minyak sudah menunjukkan harga lebih tinggi dibanding pasar finansial, menandakan masalah pasokan nyata. Penyelesaian situasi ini bergantung pada pembukaan kembali selat atau hasil geopolitik lain, namun waktu untuk menghindari dampak ekonomi parah semakin menipis.