
Philip Morris International menunjukkan pertumbuhan kuat pada 2025, dengan produk bebas asap menyumbang 41,5% pendapatan dan merek seperti IQOS dan ZYN berkembang pesat. Perusahaan merestrukturisasi fokus pada segmen bebas asap dan rokok konvensional dengan target pertumbuhan pendapatan dan EPS yang solid hingga 2028. Sementara itu, Altria menghadapi kerugian $2,2 miliar pada NJOY dan pangsa pasar yang menurun untuk merek kantong nikotin on!, serta volume rokok Marlboro turun 10%. Dividen tinggi Altria didukung oleh arus kas bebas terbatas, menimbulkan kekhawatiran keberlanjutan. Philip Morris menawarkan hasil dividen lebih rendah tapi prospek pertumbuhan lebih kuat dan cakupan arus kas lebih baik, menjadikannya pilihan lebih solid bagi investor yang mencari pertumbuhan dan keamanan dividen.