
Meski pasokan minyak terganggu parah akibat konflik di Iran dan Ukraina, pasar saham dan energi tetap santai dengan S&P 500 mendekati rekor tertinggi. Perdagangan dan riset berbasis AI memperkuat narasi resmi yang meremehkan penurunan persediaan minyak. Namun, diperkirakan persediaan minyak global turun hingga 1 miliar barel antara Maret dan Juli, jauh melebihi angka resmi, yang bisa memicu lonjakan harga minyak secara tiba-tiba. Analis mempertahankan alokasi 27% di saham minyak dan gas, mengantisipasi perubahan pasar sekitar September.