
Airbnb melaporkan pendapatan kuartal pertama sebesar $2,68 miliar, melampaui estimasi, namun laba per saham 26 sen di bawah perkiraan 29 sen. Perusahaan menghadapi pembatalan di wilayah EMEA dan Asia Pasifik akibat perang Iran yang menekan pemesanan dan pertumbuhan. Meski begitu, Airbnb menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan tahunan menjadi angka belasan persen dan mengantisipasi jumlah tamu terbanyak untuk acara Piala Dunia FIFA mendatang. Nilai pemesanan kotor dan jumlah malam yang dipesan melebihi ekspektasi analis, didukung pertumbuhan di pasar baru seperti Brasil, Jepang, dan India.