
Airbnb melaporkan pendapatan kuartal pertama sebesar $2,7 miliar, melampaui ekspektasi, namun laba per saham $0,26 di bawah perkiraan. Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan 18% dan kenaikan EBITDA disesuaikan 24%, didorong oleh pemesanan aplikasi yang kuat dan pertumbuhan di pasar seperti India dan Brasil. Meski ada ketidakpastian geopolitik yang menyebabkan pembatalan, Airbnb menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan tahun penuh ke kisaran belasan persen rendah hingga menengah dan mengharapkan margin EBITDA disesuaikan minimal 35% pada 2026. Perusahaan berencana melanjutkan investasi di pemasaran, ekspansi internasional, dan teknologi AI.