
Pada bulan Maret, volatilitas pasar meningkat tajam akibat konflik baru di Timur Tengah yang mendorong harga energi dan komoditas naik pesat. Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi risiko resesi global bulan depan. Selain itu, ketidakstabilan pasar kredit swasta memburuk dan suku bunga naik signifikan, meningkatkan kekhawatiran akan resesi global. Investor terus memantau perkembangan ini yang akan memengaruhi pasar pada April dan seterusnya.