
Gangguan yang terus menerus di Selat Hormuz menyebabkan guncangan pasokan minyak terbesar dalam sejarah, membuat harga minyak Brent diperkirakan bertahan antara $90 hingga $100 per barel hingga tahun 2026. Dampak inflasi signifikan diperkirakan akan muncul, termasuk pada harga konsumen, logistik, dan sektor pangan pada kuartal kedua dan ketiga. Konsensus pasar sebelumnya tentang pendaratan ekonomi yang mulus dan penurunan suku bunga kini tidak lagi mungkin, dengan risiko stagflasi dan keterbatasan kebijakan The Fed menjadi skenario dasar baru. Investor perlu bersiap menghadapi kondisi pasar yang menantang daripada mengharapkan reli cepat.