Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Terlihat Serupa, Ternyata Ada 4 Jenis Aset Kripto di Dunia Ini, Lho! Apa Saja?
shareIcon

Terlihat Serupa, Ternyata Ada 4 Jenis Aset Kripto di Dunia Ini, Lho! Apa Saja?

12 Mar 2021, 6:00 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
Terlihat Serupa, Ternyata Ada 4 Jenis Aset Kripto di Dunia Ini, Lho! Apa Saja?

Seberapa banyak, sih, jenis-jenis aset kripto yang beredar di pasar dan apa saja kegunaannya? Mungkin kalian hanya berpikir kurang dari 10, mengingat pemberitaan ihwal aset kripto hanya menyebutkan beberapa yang terkenal seperti investasi Bitcoin, Ethereum, Doge, Altcoin, hingga Polkadot.

Padahal, menurut data cointmarketcap saja, ada 2.347 jenis-jenis investasi kripto unik! Menariknya, di antara ribuan aset kripto, investasi Bitcoin tetap bertahan menjadi yang terunggul.

Ini eranya digital currency alias mata uang digital. Sejak David Chaum memperkenalkan gagasan mata uang digital pada 1983, dan e-gold alias emas digital diperkenalkan pada 1996, perkembangan mata uang digital telah demikian pesat saat ini.

Jenis-Jenis Investasi Digital Hari Ini

Mata uang digital terbagi dalam beberapa jenis; aset kripto (cryptocurrency), mata uang virtual, hingga mata uang digital yang sedang digodok oleh bank sentral (central bank digital currency, CBDC). Namun, sebenarnya aset kripto yang ribuan banyaknya itu tidak hanya difungsikan sebagai mata uang digital saja.

Setiap aset kripto itu mengklaim memiliki keunikan tersendiri, dan itu bukan sekadar gimmick untuk pemasaran belaka. Jenis-jenis investasi kripto ini dapat dikategorikan dalam salah satu dari 4 jenis ini:

  • Aset yang menyimpan nilai (store of value), yakni aset yang menjaga daya beli dalam jangka panjang
  • Mata uang digital (digital currency), yakni aset yang digunakan untuk transaksi sehari-hari
  • Token utilitas alias token dengan kegunaan (utility token), yakni token yang dapat digunakan untuk membayar layanan/barang tertentu
  • Aset berupa token sekuritas alias token dengan keamanan (security token), yakni representasi token dari aset di dunia nyata

Untuk lebih jelasnya, yuk simak masing-masing fitur dari tiap aset kripto dengan kegunaannya tersendiri ini. Tentu kamu tidak ingin cuma berhenti di taraf hanya mengenal investasi Bitcoin dan Ethereum, kan?

Baca juga: Apa Itu Mata Uang Kripto?

Kenali Jenis-Jenis Investasi Kripto Lebih Dekat

1. Aset yang Menyimpan Nilai (SoV, Store of Value)

Jenis-jenis investasi kripto yang populer untuk kategori ini: Bitcoin, Litecoin, dan Bitcoin Cash.

Aset kripto penyimpan nilai (SoV) yang baik memiliki tiga atribut utama, yakni:

  • Kemampuan untuk mempertahankan atau meningkatkan daya beli di masa depan
  • Penyimpanannya relatif murah
  • Likuid; dapat dijual dan dibeli dengan mudah

Jenis-jenis investasi kripto dalam kategori ini mempertahankan nilai dana jauh lebih baik dibandingkan dana tunai, obligasi pemerintah, ataupun emas yang selama ini digadang-gadang sebagai penyimpan nilai yang baik.

Inflasi mengikis daya beli uang tunai setiap tahun. Sementara itu, meski obligasi pemerintah bersifat likuid, belakangan tingkat bunga cenderung fluktuatif. Jika imbal hasil obligasi pemerintah tidak dapat mengatasi inflasi, tentu obligasi pemerintah bukan lagi pilihan SoV yang tepat.

Emas adalah aset yang paling mendekati mata uang kripto SoV, tapi biaya penyimpanannya relatif tinggi lantaran aset fisik. Sesuai laporan yang diterbitkan Nomura, biaya rata-rata jangka panjang untuk menyimpan emas mendekati 2,4% per tahun.

Lantas, apa saja keunggulan jenis-jenis investasi kripto sebagai SoV?

  • Penyimpanan aset kripto SoV cenderung murah dan aman dibandingkan dengan emas. Yang dibutuhkan hanyalah wallet untuk koin. Aset kripto lebih aman daripada emas karena bahkan negara tidak dapat secara paksa mengambil alih aset tersebut.
  • Mempertahankan daya beli melalui permintaan dan kelangkaan aset. Harga jenis-jenis investasi kripto, termasuk investasi Bitcoin ditentukan oleh dinamika permintaan dan penawaran di pasar. Efek jaringan pembeli, penjual, HODLers adalah yang membuat mata uang kripto SoV dapat dipertahankan. Semakin banyak orang yang memegang SoV, semakin banyak permintaan, volume perdagangan, dan likuiditas serta stabilitas harga.

2. Mata Uang Digital (Digital currencies)

Contoh koin kripto yang populer dalam kategori ini: Libra-nya Facebook, Litecoin, Dash, Monero, ZCash, dan IOTA.

Kategori kedua jenis-jenis investasi kripto adalah jenisnya sebagai mata uang digital. Yakni, koin yang dirancang untuk transaksi sehari-hari. Tidak seperti mata uang kripto SoV, mata uang digital tidak terlampau dipengaruhi daya beli dalam jangka panjang.

Menurut perkiraan Visa, sebanyak US$40 triliun berputar dalam jaringan transaksi digital mereka setiap tahunnya. Namun, dengan biaya transaksi yang cukup besar dari Visa dan Mastercard, aset kripto yang terdesentralisasi tampak dapat menjadi pesaing ketat di masa mendatang. Aset kripto sebagai mata uang digital menjadi populer dalam kategori pembelanjaan lantaran beberapa alasan.

  • Biaya transaksi yang lebih hemat dibandingkan penggunaan kartu kredit Visa atau Mastercard. Selama ini, biaya transaksi elektronik lewat kartu debit atau kredit dikenakan biaya hingga 1-2% untuk merchant. Bank digital seperti Koho, Revolut, Monzo menghasilkan sebagian besar pendapatannya dari pertukaran kartu debit. Nah, di sini aset kripto yang berfungsi mata uang digital berpotensi lebih hemat dibandingkan tawaran bank-bank digital ini. Terutama untuk transfer uang dalam jumlah besar (biaya transaksi aset kripto biasanya merupakan biaya tetap yang berskala lebih baik dengan pembayaran besar).
  • Jenis-jenis aset kripto dalam kategori mata uang digital menjaga privasi penggunanya lebih baik. Pembelanjaan dengan aset kripto tidak terlacak, sehingga ideal untuk merchants yang menjalankan bisnis di pasar gelap/grey market. Itulah mengapa Monero, mata uang digital yang mengutamakan privasi, sangat populer digunakan dalam transaksi ilegal.

Baca juga: Ini Dia Aset Kripto atau Cryptocurrency Terbaik 2020

3. Token Utilitas alias Token dengan Kegunaan (Utility token)

Jenis-jenis investasi kripto yang populer di kategori ini: Ethereum, Augur, Vechain, TRON, EOS, Binance Coin, Stellar, Cardano, dan Tezos.

Token utilitas adalah aset kripto yang digunakan untuk membayar barang dan jasa di jaringan tertentu. Misalnya, jaringan seperti Ethereum mengharuskan pengguna membayar biaya tertentu untuk mengeluarkan daya komputasi di jaringan mereka. Begitu juga TRON, Cardano, Tezos bekerja dengan cara serupa. Pengguna diharuskan membayar biaya interaksi dengan aturan kontrak pintar kembangan jenis aset kripto token utilitas ini.

Sebagaimana halnya penawaran perdana lembar saham, token utilitas juga menawarkan koinnya secara perdana dalam apa yang dinamakan Initial Coin Offerings (ICOs) bagi investor. Sama seperti perusahaan yang menjaring dana melalui pembelian saham, koin kripto di sini mengumpulkan dana untuk menyubsidi biaya dan pengembangan jaringan blockchain-nya.

Berbeda dengan investasi Bitcoin yang dibatasi jumlahnya sebanyak 21 juta keping saja, token utilitas tidak tertutup (uncapped). Artinya, potensi persediaan jenis-jenis investasi kripto ini termasuk tidak terbatas. Ini membuat jenis aset ini rentan terhadap inflasi yang menyebabkan devaluasi koin.

Untuk peminat aset ini, berhati-hatilah dengan proyek token yang memiliki batasan tak terbatas atau tim pemasaran yang secara agresif menjual token mereka. Karena hal inilah, token utilitas kerap dipandang sebagai jenis-jenis investasi kripto paling spekulatif dan berisiko.

4. Token Sekuritas Alias Token dengan Keamanan (Security token)

Jenis-jenis investasi kripto yang populer di kategori ini: Bcap (Blockchain Capital), Science Blockchain, dan USDT

Token sekuritas adalah representasi digital dari aset di blockchain yang tunduk pada peraturan sekuritas. Misalnya saja ekuitas, real estate, utang, dan mata uang. Mengapa jenis investasi kripto ini menjadi pilihan?

  • Meningkatkan likuiditas. Mayoritas aset sektor swasta tidak likuid dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Misalnya, real estate dan sekuritas swasta biasanya sangat mahal untuk diperdagangkan. Biasanya butuh waktu lama untuk menemukan pembeli/mitra penjual yang cocok untuk menjalankan transaksi. Sementara, token sekuritas adalah jenis-jenis investasi kripto yang relatif dapat langsung diperdagangkan di bursa.
  • Kepemilikannya tersebar dalam pecahan (fractional). Saat aset berharga diberi token, maka kepemilikannya dapat dipecah menjadi banyak bagian pecahan (fractional pieces). Ini memungkinkan jenis aset ini menjadi lebih terjangkau dan dapat diakses oleh investor ritel karena mereka dapat membeli sebagian kecil aset dengan harga lebih rendah.
  • Pengelolaan dapat terpisah (unbundling). Tokenisasi sekuritas dapat memungkinkan jenis asetnya untuk memisahkan fitur-fitur tertentu untuk menjamin privasi yang lebih terjaga.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: HodlBlog

Ditulis oleh
channel logo

Dewi Kharisma

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1