Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Kenapa Kamu Mesti Beli Emas Sekarang Meski Harganya Lagi Gak Karuan?
shareIcon

Kenapa Kamu Mesti Beli Emas Sekarang Meski Harganya Lagi Gak Karuan?

20 Apr 2021, 4:00 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
Kenapa Kamu Mesti Beli Emas Sekarang Meski Harganya Lagi Gak Karuan?

Belakangan ini, harga emas dunia terus bergerak volatil setelah mencetak performa mumpuni 2020 lalu. Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan nilai tukar dolar AS menjadi biang kerok tertekannya logam mulia sejak awal tahun. Sehingga, kamu kadang mempertanyakan kembali alasan untuk investasi emas.

Apalagi, kini ancaman obligasi pemerintah AS terhadap harga emas kian kentara. Pada pekan kedua Maret lalu, contohnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang sempat mencapa level 1,7% membuat harga emas keok tak berdaya. Harganya amblas ke level US$1.678 per ons atau susut 20,5% dari perdagangan sebelumnya yang berada di angka US$1.716,90 per ons.

Di tengah volatilitas yang kadang tidak karuan, emas tetaplah barang wajib untuk dikoleksi investor dalam portofolio aset investasinya.

Di saat pergerakan emas menukik tajam, disitulah saat yang tepat untuk masuk dan menunggu harga emas kembali rebound. Istilahnya adalah time to buy, dengan harapan ketika investor membeli emas di harga “bawah”, maka ruang untuk menikmati cuan akan semakin besar. Sehingga, potensi keuntungannya menjadi maksimal.

Selain itu, ada beberapa alasan lain mengapa Sobat Cuan harus tetap menggenggam dan terus mengoleksi emas meskipun harganya sedang bergerak liar. Apa saja hal tersebut?

Baca juga: Harga Emas Menanjak Seiring Ketakutan Investor Atas Kenaikan Inflasi

1. Alasan Investasi Emas: Emas mampu melindungi kekayaan dari adanya inflasi

Saat kondisi ekonomi suatu negara berjalan lambat, biasanya pemerintah akan mengambil kebijakan menginjeksi uang ke dalam sistem keuangan. Tujuannya, adalah untuk menggairahkan kembali daya beli masyarakat.

Namun, hal tersebut memiliki dampak lanjutan, yakni inflasi. Secara sederhana, ketika ekonomi sedang morat marit, maka pemerintah akan menggelontorkan stimulus dalam bentuk insentif ataupun bantuan tunai.

Jika dilihat secara menyeluruh, hal itu adalah bentuk kebijakan positif, di mana uang akan mengalir deras ke masyarakat. Sehingga, roda ekonomi bisa bergerak lebih cepat. Namun, perlu disadari bahwa jika uang beredar bertambah, maka risiko inflasi pun ikut mengintai.

Dalam kondisi seperti demikian, investasi berisiko seperti instrumen pasar modal menjadi tidak menarik. Ini lantaran kenaikan tingkat inflasi akan menggerus tingkat return-nya secara riil. Bahkan, bukan tidak mungkin real return-nya akan berada di zona negatif.

Nah, dalam menyikapi hal ini, investor biasanya melindungi nilai kekayaannya dari gerusan inflasi dengan memakirkan hartanya di emas. Sebab, nilai emas yang memiliki unsur logam mulia di dalamnya tentu tidak akan tergerus oleh faktor inflasi.

Jika melihat dari faktor inflasi, saat ini sejatinya adalah saat yang tepat untuk berinvestasi emas sebelum harganya melonjak. Sebab, kini ekonomi sudah mulai bergeliat selepas diguncang pandemi COVID-19. Jika ekonomi bergairah, maka daya beli meningkat, dan ujungnya akan terjadi inflasi.

Salah satu sinyal inflasi menguat pun sudah terlihat di Amerika Serikat.

Data penjualan ritel AS, misalnya, mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 9,8% pada Maret. Ini merupakan pertumbuhan paling pesat yang dicatat AS selama delapan tahun terakhir.

Sementara itu, Departemen Ketenagakerjaan AS pada pekan lalu merilis indeks harga konsumen AS yang melesat 2,6% secara tahunan. Ini adalah rekor pertumbuhan indeks tertinggi sejak 2011.

Dengan sinyal inflasi seperti demikian, apakah Sobat Cuan tidak ingin melindungi kekayaan dengan emas?

2. Alasan Investasi Emas – Emas Untuk Perlindungan Risiko Geopolitik dan Pasar Saham

Adanya Pandemi COVID-19 tidak membuat redam konflik antar negara. Karena masing-masing negara berlomba untuk menciptakan atau mendapatkan vaksin guna bisa mempercepat pemulihan.

Sehingga risiko dari adanya konflik yang terjadi diantara Indo-China, ketegangan geopolitik Timur Tengah dan perang dagang antara AS-China tidak dapat dikesampingkan oleh investor

Di tengah ketidakpastian ini, emas juga bisa bertindak sebagai pelindung dari risiko keamanan yang terjadi. Karena dalam kondisi seperti ini, menyimpan kas dalam jumlah besar juga memiliki risiko yang besar.

Contohnya terjadi pada Oktober silam. Indeks dolar AS sempat menyusut lantaran hilangnya kepercayaan terhadap AS untuk membayar tagihan utangnya yang terus bertumpuk. Sehingga, mata uang Euro berhasil menyalip dolar AS menjadi mata uang yang paling banyak digunakan dalam pembayaran global pada bulan tersebut. Nah, menurunnya nilai tukar tentu akan menyurutkan nilai kekayaan secara riil.

Di saat situasi geopolitik tengah tak menentu, investor pun perlu cermat. Utamanya, mengatur risiko investasi. Salah satu cara mengantisipasinya adalah dengan mendiversifikasikan aset yang kamu miliki.

Kamu dapat mengatur aset investasi dengan menginvestasikan 10% portofolionya ke emas. Namun, ekonom Jim Rickards bahkan merekomendasikan kamu untuk mengalokasikan 30% aset kamu ke emas saat kondisi krisis.

Baca juga: Waswas Optimisme Ekonomi AS Bayangi Harga Emas Hari Ini

3. Alasan Investasi Emas – Meski Volatil, Tapi Harga Logam Mulia Akan Naik di Jangka Panjang

Meskipun harga emas telah mengalami penyusutan harga selama beberapa tahun, namun secara historis harga emas naik dari waktu ke waktu.

Sebagai contoh, harga emas pada Maret 2001 tercatat di angka US$263 per ons. Tetapi, harganya berangka ke US$1.715 per ons pada Maret 2021. Artinya, harga emas sudah melonjak sekitar 552% dalam 20 tahun terakhir. Nah, kondisi serupa pun dipastikan terjadi di masa depan.

Dewan Emas Dunia mengatakan harga emas pada pasar spot yang rendah seperti saat ini menandakan bahwa emas sudah mencapai ambang produksinya. Ketika ini terjadi, maka produksi di seluruh industri dapat melambat, persediaan emas berkurang.

Sesuai hukum permintaan, harga akan kembali naik seiring dengan melonjaknya kebutuhan emas. Pun saat ini emas tidak mencatatkan penurunan harga, Sobat Cuan tetap harus mengkoleksi emas karena logam lunak itu merupakan uang sungguhan yang mampu menyimpan nilai dan membantu penurunan mata uang juga inflasi.

Nah, jadi bagaimana Sobat Cuan? Apakah sudah siap berinvestasi emas untuk masa depan? Kamu bisa banget, lho, berinvestasi di emas melalui aplikasi Pluang.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Ditulis oleh
channel logo

Adi Putro

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1