pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

1410

Rangkuman Kabar: Rokok Tambah Mahal, Defisit Perdagangan AS Kian Lebar

Rangkuman kabar Kamis (30/12) mengulas perkembangan domestik dan mancanegara, salah satunya tarif baru cukai rokok yang mulai berlaku tahun baru nanti. Yuk simak selengkapnya!

Rangkuman Kabar Domestik

1. Insentif Pajak Properti Lanjut Sampai Juni

Presiden Joko Widodo telah menyetujui usulan perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) untuk properti hingga Juni tahun depan. Akan tetapi besaran insentifnya dikurangi menjadi 50% dan 25%.

Rinciannya, rumah tapak atau rumah susun baru dengan harga jual hingga Rp2 miliar akan mendapat insentif potongan pajak sebesar 50% dari total pajak yang dikenakan. Sementara itu, rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual di atas Rp2 miliar dikenakan diskon pajak sebesar 25%.

Beleid yang berlaku hingga 31 Desember nanti mengenakan diskon 100% untuk PPN penjualan rumah di bawah Rp2 miliar. Sementara untuk rumah seharga Rp2 miliar hingga Rp5 miliar dikenakan pajak 50%.

Apa Implikasinya?

Insentif ini terbukti efektif mendorong penjualan properti saat pasar tengah lesu dihantam efek pandemi tahun ini. Berlanjutnya insentif dengan besaran yang lebih kecil akan membantu pemulihan ekonomi, kendati efeknya tentu akan ikut berkurang.

Penjualan properti terutama hunian yang menyasar kelas menengah akan membantu masyarakat memiliki hunian sendiri sehingga porsi pengeluaran yang semula dihabiskan untuk menyewa rumah beralih menjadi investasi dan konsumsi yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

2. Mulai Tahun Baru Nanti, Harga Rokok Resmi Naik

Tarif baru cukai tembakau resmi berlaku mulai tahun baru, Sabtu (1/1) nanti dengan rata-rata kenaikan cukai berkisar 13,9% hingga 4,5%. Harga baru tersebut berlaku bagi rokok produk buatan dalam negeri maupun impor.

Rokok jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) mengalami kenaikan tarif cukai tertinggi dari Rp935 menjadi Rp1.065. Harga Jual Eceran (HJE) terendah untuk rokok jenis ini pee batang dipatok sebesar Rp2.005 atau Rp40.100 per bungkus berisikan 20 batang.

Sementara itu sigaret kretek tangan (SKT) golongan III mengalami kenaikan cukai terendah yakni 4,5% menjadi Rp115 per batang. HJE terendah rokok jenis ini Rp505 per batang atau Rp10.100 per bungkus.

Apa Implikasinya?

Kenaikan tarif cukai yang mempengaruhi harga jual eceran menambah penerimaan negara dari cukai rokok. Kendati tujuan utamanya ialah menekan konsumsi rokok, langkah ini mungkin  tidak berimplikasi besar mengingat rokok hingga saat ini masih tergolong komoditas inelastis yang permintaanya tidak banyak dipengaruhi kenaikan harga.

Selain itu, konsumsi rokok dikenal sebagai salah satu barang konsumsi yang menyumbang ke kenaikan garis kemiskinan. Jika harganya meningkat, tentu hal tersebut akan bikin garis kemiskinan terkerek.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Harbolnas Makin Cuan, Metaverse Jadi Jagoan

Rangkuman Kabar Mancanegara

1.Defisit Perdagangan AS Tembus Rekor Lagi

Departemen Perdagangan Amerika Serikat merilis data defisit neraca perdagangan AS mencapai US$97,8 miliar, tumbuh 17,5% secara tahunan pada November. Angka tersebut melampaui rekor defisit perdagangan sebelumnya yakni US$ 97 miliar di bulan September.

Defisit disebabkan oleh susutnya nilai ekspor sebesar 2,1% saat impor malah melejit 4,7%. Tingginya defisit mempengaruhi pertumbuhan produk domestik bruoto (PDB) Amerika Serikat menjadi 2,3% sepanjang kuartal III/2021, susut dari capaian kuartal II/2021 yakni 6,7%.

Apa Implikasinya?

Defisit perdagangan akibat naiknya nilai impor dan penyusutan nilai ekspor berimplikasi pada berkurangnya kapital suatu negara akibat ketergantungan impor. Namun kondisi ini merupakan peluang bagi negara rekan dagang Amerika Serikat, salah satunya Indonesia, untuk terus meningkatkan nilai ekspor guna meraup pundi-pundi dolar dan meningkatkan devisa negaranya.

2. Warga El Salvador Kehilangan US$96.000 Gara-Gara Bitcoin

Beberapa minggu terakhir, warga El Salvador mengeluhkan hilangnya dana mereka secara misterius di sosial media Twitter. Rata-rata warga kehilangan US$61 hingga US$16.000 dana dalam Bitcoin, sehingga secara agregat nilai kehilangannya mencapai US$96.000.

Pemerintah El Salvador hingga saat ini memiliki 1.381 Bitcoin yang didistribusikan lewat wallet resmi pemerintah bernama Chivo. Hingga saat ini belum ada respons resmi dari pemerintah terkait kehilangan massal ini.

Apa Implikasinya?

Kasus kehilangan aset digital yang terjadi di negara yang telah menerapkan Bitcoin sebagai legal tender merupakan salah satu peringatan bahwa aspek keamanan dari peretas perlu diperhatikan dalam memanfaatkan aset-aset digital untuk fungsi yang lebih penting.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Kontan, CNBC Indonesia, Investing, marketwatch

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES