Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Kabar: Kode Broker Lenyap, AS Tambang Bitcoin dalam Senyap

Rangkuman kabar mengawali pekan, Senin (9/12) mengulas kebijakan baru bursa efek yang patut diacungi jempol. Selain itu, masih banyak kabar lain yang patut kamu simak!

Rangkuman Kabar Domestik

1. Bursa Efek Tutup Kode Broker Saham Mulai Hari ini

Bursa Efek Indonesia akhirnya merealisasikan wacana penutupan kode broker berikut sejumlah mekanisme baru pada perdagangan hari ini. Otoritas bursa mengungkap langkah tersebut sebagai upaya membentuk mekanisme pasar yang lebih wajar.

Kode broker kerap dijadikan acuan bagi investor ritel terutama pemula untuk ikut-ikutan membeli saham yang telah diborong oleh pemain besar dengan asumsi harganya akan bergerak naik. Fenomena ini disebut herding behaviour, istilah populernya ialah bandarmologi yang dianggap sebagai perilaku trading yang kurang ideal.

Selain menghapus kode broker pada running trade, BEI juga menambah beberapa fitur yakni Indicative Equilibrium Price (IEP) dan Indicative Equilibrium Volume (IEV) serta random closing.

Apa Implikasinya?

Penghapusan kode broker akan kembali menempatkan dasar analisis dalam trading sebagai pengetahuan fundamental dalam membentuk portofolio investasi, alih-alih hanya ‘mencontek’ analisis pemain besar.

Upaya membentuk mekanisme pasar yang lebih wajar perlu diapresiasi sebagai langkah menciptakan ekosistem investasi yang sehat. Harapannya, dengan banyaknya investor yang lebih fundamentalis dan pandai menganalisis, bursa saham domestik tak lagi menjadi sarang spekulan.

2. Ekonomi Indonesia Salip Pertumbuhan Global

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyebut angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak pernah berada di bawah pertumbuhan ekonomi global selama 20 tahun terakhir. Fenomena ini hanya terjadi di tiga negara, yakni Indonesia, China dan India.

Menurut Febrio, fakta tersebut membuat posisi Indonesia kuat dan strategis, sehingga sepak terjangnya sangat diperhitungkan dalam kancah global. Tingginya pertumbuhan ekonomi tiga negara dengan jumlah penduduk besar itu mengerek naik angka pertumbuhan ekonomi global minimal 2% tiap tahunnya.

Apa Implikasinya?

Tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia menempatkan Indonesia sebagai negara berkembang yang cukup berpengaruh. Hal ini amat penting dalam meningkatkan nilai tawar Indonesia dalam berbagai perundingan internasional, sehingga posisi Indonesia dapat lebih diuntungkan dengan kebijakan dan kesepakatan baru hasil dari perundingan tersebut.

Baca juga: Kabar Sepekan: Omicron Gonjang-Ganjing, The Fed Ngebet Tapering

Rangkuman Kabar Mancanegara

1. Diam-Diam, AS Juga Nambang Bitcoin!

Whit Gibbs, pakar cryptocurrency sekaligus penasehat Gedung Putih tak sengaja membocorkan aktivitas pertambangan Bitcoin yang rupanya telah dilakukan pemerintah Amerika Serikat dalam sebuah wawancara minggu lalu. Bahkan, menurut sumber lain yang menolak untuk disebutkan namanya, aktivitas ini telah berlangsung sejak 2013 silam.

Gibbs enggan mengungkap lebih jauh mengenai aktivitas tambang Bitcoin tersebut. Namun, ia mengakui bahwa pertambangan Bitcoin dapat membantu negara untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

Harga Bitcoin sendiri cukup fluktuatif namun trennya terus meningkat. Hari ini, aset kripto tertua itu tengah mengalami depresiasi tajam setelah sempat menyentuh level tertingginya di US$68.700 per keping. Melansir coinmarketcap, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$47,592 per keping, turun 16,61% dalam seminggu terakhir.

Apa Implikasinya?

Fakta ini terbilang kontradiktif dengan sikap parlemen AS yang kerap menyuarakan nada sumbang pada aset kripto, termasuk Bitcoin. Namun, terungkapnya fakta kontradiktif ini akan memuluskan berbagai regulasi terkait aset kripto yang selama ini sering terjegal di legislatif dan Senat AS.

Di samping itu, terungkapnya fakta ini bisa memberikan sentimen positif bagi adopsi Bitcoin. Sehingga, ketika permintaannya terbilang moncer, maka harganya akan terkerek di masa depan.

2. Sektor Konstruksi Pimpin PMI Inggris 

IHS Markit merilis data Purchasing Managers Index (PMI) Inggris tercatat di 57,4 pada November, terkoreksi tipis dari 57,5 di Oktober.

Meski demikian, sektor konstruksi semakin ekspansif dengan skor PMI konstruksi jadi 55,5 dari angka bulan Oktober hanya 54,6. Banyaknya proyek infrastruktur yang berfokus pada konstruksi bangunan komersial memimpin pemulihan ekonomi di Inggris, meskipun konstruksi rumah tinggal masih melambat.

Apa Implikasinya?

Strategi mempercepat pemulihan ekonomi lewat proyek infrastruktur cukup relevan mengingat sektor ini padat karya dan banyak bersinggungan dengan sektor lain terkait rantai pasok. Namun, proyek infrastruktur juga rawan mangkrak yang akan menjadi bola panas di masa mendatang.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNBC Indonesia, Investing, Kontan

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait