Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Rangkuman Kabar: Investasi Buka Lapangan Kerja, Ecommerce Makin Berjaya

Rangkuman kabar, Senin (27/12) mengulas sejumlah kajian dan riset dari berbagai lembaga guna memberi gambaran mengenai apa yang bakal kita hadapi di tahun depan.

Rangkuman Kabar Domestik

1. Bali diproyeksikan Jadi Tujuan Wisata Kesehatan

Presiden Joko Widodo melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Internasional Bali di Kawasan Wisata Sanur, Denpasar. Rencananya rumah sakit ini dapat selesai dibangun pada pertengahan 2023 dan menjadikan Bali sebagai tujuan wisata kesehatan baru.

Presiden mengurai setiap tahunnya rata-rata 2 juta masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri sehingga membuat Indonesia kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp97 triliun per tahun. Selain itu, fenomena ini juga menguras devisa negara yang terpakai untuk membayar jasa kesehatan disana.

Pembangunan RS Internasional yang bekerja sama dengan Mayo Clinic dari Amerika Serikat diharapkan dapat menjadi substitusi sehingga masyarakat Indonesia tak perlu lagi berobat ke luar negeri sekaligus upaya membangun kembali pariwisata di Bali.

Apa Implikasinya?

Pembangunan RS Internasional di Bali dapat membuka kesempatan kerja bagi masyarakat dalam proses pembangunannya, juga penyerapan tenaga kesehatan saat telah resmi beroperasi nanti. Jika tujuan pembangunan untuk membuat Bali menjadi substitusi destinasi wisata kesehatan terwujud, selain dapat menekan kebocoran devisa, juga dapat membantu mengungkit kembali sektor pariwisata yang tengah lesu.

Penciptaan lapangan kerja berdampak langsung pada konsumsi masyarakat, sehingga efeknya dapat terlihat pada pertumbuhan ekonomi regional yang meningkat.

2. Realisasi Investasi Berpeluang Buka Lapangan Kerja Hingga 3,86 Juta

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) merilis kajian dampak realisasi investasi kuartal I-III/2021 terhadap penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Hasil kajian tersebut ialah potensi terbukanya kesempatan kerja sebanyak 1.727.000-3.865.000 tenaga kerja.

Angka tersebut merupakan elaborasi penciptaan lapangan kerja secara langsung maupun tidak langsung dari realisasi investasi Januari-September versi Kementerian Investasi/BKPM yakni Rp659,47 triliun. Secara langsung, hitungan konservatif realisasi investasi ini dapat membuka lapangan kerja sebanyak 1,7 juta. Sementara sisanya merupakan lapangan kerja yang turut terbuka dari industri penunjang dan sistem pendukung.

Apa Implikasinya?

Realisasi investasi terutama pada sektor padat karya mendorong penyerapan kembali tenaga kerja yang terdampak pandemi, maupun tenaga kerja baru yang sedang mencari kesempatan kerja. Terbukanya lapanggan pekerjaan pada sektor pendukung memperluas efek berganda dari masuknya investasi ke Indonesia.

Baca juga: Rangkuman Kabar: BI Siapkan Uang Digital, Aset Kripto Loncat di Malam Natal

Rangkuman Kabar Mancanegara

1. Musim Liburan Dongkrak Penjualan Ritel di Amerika Serikat, Ecommerce Lebih Diminati

Penjualan ritel di Amerika Serikat melonjak 8,5% (year-on-year/yoy) selama musim liburan, yakni sejak 1 November hingga 24 Desember.

Perusahaan penyedia jasa interbank Mastercard menyebut penjualan ecommerce tumbuh lebih tinggi yakni 11% dibandingkan toko fisik yang tumbuh 8,1%. Pertumbuan ecommerce yang lebih pesat tersebut juga terjadi pada data penjualan sepanjang tahun yakni 20,9% yoy. Perhiasan menjadi sektor yang tumbuh paling pesat yakni 32%, diikuti oleh elektronik yakni 16,2%.

Apa Implikasinya?

Data penjualan ritel tersebut mengonfirmasi perubahan pola konsumsi masyarakat kepada transaksi digital via ecommerce. Perubahan pola konsumsi ini membuat sektor digital berkembang lebih pesat.

Fenomena ini memerlukan respons cepat dari regulator maupun pengusaha untuk beradaptasi pada peralihan pola konsumsi tersebut. Misalnya, dengan membuat regulasi baru yang lebih aplikatif terhadap transaksi digital hingga penghitungan statistik yang lebih akomodatif terhadap transaksi non fisik seperti ini.

2. Tahun Depan, Output Ekonomi Dunia Tembus US$100 triliun

Output perekonomian dunia tahun depan diprediksi dapat menembus angka US$100 triliun untuk pertamakalinya. Namun, tingkat inflasi yang tinggi di negara maju membuat capaian itu menghadapi sejumlah tantangan besar dan mengubah tatanan negara mana saja yang lebih unggul.

Perusahaan konsultan ekonomi asal Inggris, Cebr, merilis laporan yang menyebutkan bahwa pada 2030 China dapat membalap Amerika Serikat sebagai negara nomor 1 di dunia dalam hal perekonomian. Selain itu, India dan Inggris dapat masuk ke dalam jajaran 6 negara dengan perekonomian terbesar pada 2023. Sementara Indonesia, Rusia dan German masuk dalam jajaran 10 besar.

Tingginya inflasi di negara maju membuat perekonomian negara berkembang kaya sumber daya seperti Indonesia, China dan India berpeluang menyalip negara lain yang lebih maju. Langkah menyikapi situasi ini amat menentukan apakah dunia akan kembali memasuki fase resesi pada 2023-2024 atau tinggal landas dengan tatanan kekuasaan yang baru.

Apa Implikasinya?

Perubahan tatanan dominasi negara berimplikasi pada perubahan peta kekuasaan dunia dan dinamika perdagangan internasional.  Selain itu, ukuran ekonomi dunia yang besar memungkinkan ruang yang memadai bagi ekspansi bisnis.

Tingginya tingkat inflasi di negara maju membuat nilai riil dari kapital ekonominya susut lebih banyak ketimbang negara lain dengan tingkat inflasi terjaga seperti Indonesia. Singkatnya, situasi ini membuka peluang besar bagi negara kaya sumberdaya untuk berkembang melampaui negara maju yang tengah kesulitan menjinakkan inflasinya. Namun juga situasi ini rentan menimbulkan resesi global yang malah dapat meperburuk keadaan pasca pandemi.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, Bisnis, Antaranews, Setkab, Investing

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait