Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNewarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Rangkuman Kabar: Ekspor RI Melambung, Shiba Inu Betah Manggung
shareIcon

Rangkuman Kabar: Ekspor RI Melambung, Shiba Inu Betah Manggung

15 Dec 2021, 11:19 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Kategori
Rangkuman Kabar: Ekspor RI Melambung, Shiba Inu Betah Manggung

Rangkuman kabar Rabu (15/12) mengulas serangkaian berita domestik dan mancanegara, diantraranya kinerja ekspor nasional yang makin bernas. Yuk, simak selengkapnya!

Rangkuman Kabar Domestik

1. Ekspor Kembali Cetak Rekor

Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Indonesia pada November 2021 mencapai US$22,84 miliar, alias naik 49,7% secara tahunan. Sementara itu, nilai impor Indonesia mencapai US$19,33 miliar, naik 52,62% secara tahunan.

Kinerja Ekspor bulan lalu tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah menggantikan rekor bulan sebelumnya. Alhasil, Indonesia berhasil mencetak surplus neraca perdagangan sebesar US$3,51 miliar dan menandai bulan ke-19 Indonesia mencetak surplus berturut-turut.

Apa Implikasinya?

Kenaikan nilai ekspor berimplikasi pada naiknya devisa negara dari sektor perdaganagn internasional. Semakin banyak cuan yang dibawa ke dalam negeri lewat ekspor, akan semakin membantu mempercepat pemulihan ekonomi dalam negeri dan penyerapan tenaga kerja.

Di samping itu, kenaikan cadangan devisa Indonesia juga akan menambah amunisi Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah melalui intervensi pasar valas.

2. Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh 3,98%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit bank per Desember sebesar 3,98% secara tahunan. Meski banyak menerima stimulus, penyaluran kredit perbankan khususnya kredit usaha terkendala banyaknya pengusaha yang belum bankable.

Meski demikian, pertumbuhan kredit tersebut masih belum seimbang dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan DPK perbankan Indonesia tumbuh 9,44% secara tahunan.

Apa Implikasinya?

Alih-alih menyalurkan kredit, bank justru kebanjiran likuiditas dari DPK masyarakat yang pertumbuhannya mencapai 3 kali lipat dari pertumbuhan kredit. Nah, DPK ini tentunya harus segera disalurkan sebagai pinjaman untuk menopang pertumbuhan konsumsi dan investasi, dua motor utama pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Harga Rokok Siap-Siap Naik, Inflasi AS Menukik

Rangkuman Kabar Mancanegara

1. Shiba Inu Diterima Sebagai Alat Pembayaran

Token meme Shiba Inu ternyata makin beken. Sepanjang Desember, sebanyak 10 perusahaan dan toko ritel di Amerika Serikat telah menerima pembayaran barang dan jasa dengan token tersebut, di mana lima di antaranya telah terintegrasi dengan perusahaan pembayaran crypto, Flexa.

Flexa sendiri baru-baru ini menambahkan Shiba Inu dalam platformnya. Sehingga, pengguna Flexa dapat mengakses layanan di platform seperti 'Ask the Doctor's', Game Stop, Ulta Beasuty dan lainnya dengan menggunakan SHIB sebagai alat pembayarannya.

Ternyata, langkah ini tak hanya berdampak positif bagi SHIB yang kini memiliki utilitas riil, melainkan juga pada traffic platform. AS The Doctor's menyebut traffic situsnya naik 100 kali lipat setelah mereka menerima pembayaran dengan SHIB.

Apa Implikasinya?

Meningkatnya utilitas SHIB yang kini telah dapat digunakan dalam transaksi riil akan berefek pada permintaannya yang semakin banyak. Secara signifikan, hal ini semestinya dapat menjadi sentimen positif bagi token meme tersebut.

2. Harga Produsen AS Meroket 9,6% Secara Tahunan

Indeks harga produsen di Amerika Serikat mengalami lonjakan 9,6% secara tahunan pada bulan November. Inflasi inti harga produsen, yakni dengan mengecualikan kenaikan harga volatile food dan komponen energi mencapai 7,7%. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak 2010.

Apa Implikasinya?

Harga produsen akan berimbas pada harga konsumen. Sehingga lonjakan harga produsen akan mengakibatkan inflasi harga konsumen yang lebih tinggi.

Menilik fakta bahwa saat ini inflasi tengah menjadi fokus utama warga AS terkait arah kebijakan moneter dan fiskal, inflasi harga produsen dapat memprovokasi Federal Reserve untuk bersikap hawkish pada rapat bulannya minggu ini.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Tempo, Bisnis, Berita Resmi Statistik, Investing, Coin Quora

Ditulis oleh
channel logo

Fathia Nurul Haq

Right baner

Fathia Nurul Haq

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
rangkuman kabar
Rangkuman Kabar: Harga Minyak Kian Kronis, Metaverse Makin Dijajal Artis
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1