Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Pluang Pagi – Rabu 22 September 2021
shareIcon

Pluang Pagi – Rabu 22 September 2021

22 Sep 2021, 2:01 AM·Waktu baca: 2 menit
shareIcon
Kategori
Pluang Pagi – Rabu 22 September 2021

Untuk mengawali Rabu (22/9) pagi ini, Sobat Cuan bisa menyimak kondisi pasar terkini dalam Pluang Pagi berikut.

Indeks Saham AS

Indeks saham Wall Street masih terjebak di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (21/9) waktu setempat. Nilai indeks Dow Jones Industrial Average bertengger di 33.919,84 atau melorot 0,15% dibanding posisi awal perdagangan Sementara nilai S&P 500 turun 0,08%. Di sisi lain, nilai Nasdaq Composite malah melesat 0,22% di periode yang sama.

Bervariasinya nilai indeks saham utama AS tersebut ditopang oleh meredanya kekhawatiran investor terkait dampak krisis utang yang melanda raksasa properti China Evergrande. Malahan, fokus pelaku pasar kini tertuju pada hasil rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) The Fed pada Rabu ini. Selain itu, pelaku pasar juga mencerna positif data penjualan rumah dan niatan pemerintah AS untuk mengerek plafon pinjaman Anggaran Pendapatn dan Belanja Negara (APBN) negara adidaya tersebut.

Aset Kripto

Harga Bitcoin ngaso di level US$40.942 per keping pada Rabu (22/9) pukul 08.00 WIB. Nilai sang raja aset kripto ini terus melemah setelah aksi jual besar-besaran sepekan terakhir membuat harganya harus kembali mengarah ke level US$40.000.

Tak hanya Bitcoin, harga Ethereum bertengger di posisi US$2.781,9 di waktu yang sama atau amblas 10,4% dalam sehari. Peristiwa ini menandai penurunan harga ETH tertajam dalam sehari pasca 20 September silam. Melorotnya harga ETH diikuti oleh altcoin lain, termasuk Cardano, Binance Coin, dan Polkadot berbarengan dengan Uniswap dan Chainlink yang anjlok lebih dari 5%.

Terjunnya harga aset kripto utama masih dipengaruhi oleh sikap investor yang kian selera menggenggam aset-aset safe haven di tengah drama krisis utang yang melanda Evergrande.

Tak hanya itu, pergerakan harga aset kripto seharian ini juga disebabkan oleh ucapan ketua regulator pasar modal AS (Securities and Exchange Commission) Gary Gensler yang meminta penyedia bursa aset kripto untuk mendaftarkan diri ke lembaga tersebut.

Di sisi lain, Presiden El Salvador Nayib Bukele mengatakan bahwa negara Amerika tengah itu telah membeli 150 keping bitcoin setara US$32 juta mumpung harganya sedang merosot. Aksi itu membuat total Bitcoin kelolaan El Salvador sebesar 700 keping.

Emas

Harga emas pada pukul 08.00 WIB berada di US$1.776,04 per ons atau naik 0,7% dalam sehari terakhir. Nilai sang logam mulia terus melejit meski pelaku pasar sejatinya waswas terkait pengumuman kebijakan moneter The Fed yang akan diumumkan pada Rabu pekan ini.

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS tercatat di posisi 93,23 pada pukul 08.00 WIB atau stagnan dibandingkan waktu yang sama sehari sebelumnya.

Pelaku pasar nampaknya mulai mengesampingkan kekhawatiran mengenai krisis utang Evergrande dan kini mengalihkan perhatian ke pengumuman kebijakan moneter The Fed. Bank sentral AS tersebut diperkirakan masih akan menahan tingkat suku bunga acuannya, namun pelaku pasar yakin The Fed akan memberikan angka-angka proyeksi ekonomi terbaru dan bahkan akan memberi sinyal jelas terkait waktu pelaksanaan tapering.

Ditulis oleh
channel logo

Satya Nagara

Right baner

Satya Nagara

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
pluang pagi
Pluang Pagi: Krisis di Ukraina Memanas, Aset Kripto Kembali Lemas!
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1