Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Leveragearrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Informasi Terkini UntukmuBlogBerita & AnalisisPelajariKamus
bookmark

Cari berita, blog, atau artikel

Berita & Analisis

Pluang Insight: Johnson & Johnson Pasrah Merugi Akibat Gugatan Bertubi-tubi

Pluang Insight: Johnson & Johnson Pasrah Merugi Akibat Gugatan Bertubi-tubi

19 Apr 2023, 6:12 AM·Waktu baca: 4 menit
Kategori
Pluang Insight: Johnson & Johnson Pasrah Merugi Akibat Gugatan Bertubi-tubi

Johnson & Johnson baru saja merilis laporan keuangannya untuk periode kuartal I 2023. Lantas, apakah perusahaan bernasib mujur atau justru bernasib sial? Simak selengkapnya di sini!

Bagaimana Laporan Keuangan Johnson & Johnson di Kuartal I 2023?

Pendapatan Johnson & Johnson

Perusahaan farmasi Johnson & Johnson menorehkan prestasi keuangan yang cemerlang di kuartal I 2023.

Rangkuman Kinerja Johnson & Johnson Kuartal I 2023
Rangkuman Kinerja Johnson & Johnson Kuartal I 2023. Sumber: Johnson & Johnson

Dari sisi penjualan, perseroan sukses mengantongi US$24,75 miliar di triwulan lalu atau bertumbuh 5,6% dari US$23,42 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini juga berada di atas ekspektasi analis, yakni US$23,65 miliar.

Jika dilihat secara segmen bisnis, maka terdapat tiga segmen bisnis yang membentuk komponen pendapatan perseroan sepanjang kuartal lalu. Segmen farmasi rupanya menjadi kontributor pendapatan terbesar dengan angka US$13,14 miliar di triwulan I 2023, naik 4,2% dibanding US$12,86 miliar di triwulan yang sama setahun sebelumnya. Dengan kata lain, segmen farmasi menyumbang 53,09% terhadap total pendapatan perusahaan.

Adapun dua produk farmasi yang mendorong prestasi tersebut adalah Stelara dan Darzalex, yang masing-masing menyumbang US$2,44 miliar dan US$2,26 miliar ke pundi-pundi perusahaan. Namun, selain karena dua produk unggulan tersebut, melesatnya penjualan vaksin COVID-19 juga menjadi angin segar bagi pendapatan farmasi perusahaan.

Sekadar informasi, penjualan vaksin COVID-19 sepanjang triwulan lalu tercatat sebesar US$747 juta, atau melesat fantastis 273,5% dari US$200 juta setahun sebelumnya, karena terdapat permintaan vaksin tinggi dari China pada Januari.

Setelah segmen farmasi, terdapat pula segmen teknologi medis (medtech) yang menghasilkan pendapatan US$7,48 miliar, atau naik 7,3% dari US$6,97 miliar di kuartal I tahun sebelumnya. Artinya, segmen bisnis satu ini berkontribusi 30,22% terhadap total pendapatan perusahaan.

Meski masih mencatat pertumbuhan, namun penjualan segmen bisnis medtech sejatinya melambat dibanding periode serupa tahun lalu. Untungnya, perlambatan itu bisa tertahan oleh performa penjualan Abiomed sebesar US$324 juta atau di atas ekspektasi analis JPMorgan US$296 juta. Abiomed sendiri merupakan perusahaan teknologi medis yang diakuisisi Johnson & Johnson pada akhir tahun lalu.

Terakhir, terdapat pula segmen bisnis consumer health yang sukses berkontribusi sebesar US$3,85 miliar alias tumbuh 7,4% dari kuartal I tahun sebelumnya. Pertumbuhan segmen ini memang ditopang oleh pertumbuhan organik dengan nilai yang sesuai dengan ekspektasi analis.

Baca Juga: Pluang Insight: COVID Bawa Berkah, Pendapatan Johnson & Johnson Merekah

Laba Johnson & Johnson

Kendati performa pendapatan perseroan terlihat adem ayem, Johnson & Johnson rupanya tidak mampu mencetak untung. Malahan, perseroan mencetak rugi US$68 juta di kuartal I 2023 alias terjun bebas dari profit sebesar US$5,2 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Rupanya, biang keladi atas rugi perusahaan berasal dari kewajiban perusahaan untuk menyelesaikan gugatan hukum yang dilayangkan konsumennya setelah menuduh bahwa bedak bayi perusahaan dapat memicu kanker.

Namun, jika urusan produk bedak bayi dikesampingkan, maka perseroan sejatinya masih mampu mencetak laba per saham sebesar US$2,68 atau lebih baik dari ekspektasi US$2,52. Hal ini terjadi karena perusahaan masih menggelontorkan biaya operasional sesuai ekspektasi pasar dan mampu menekan beban bunga. Bahkan, Johnson & Johnson masih mampu mencetak pendapatan bunga bersih sebesar US$20 miliar di kuartal I 2023.

Baca Juga: Pluang Insight: Menakar Pundi-pundi Rezeki Johnson & Johnson di Kuartal I 2023

Prospek Saham Johnson & Johnson

Usai melaporkan laporan keuangannya, Johnson & Johnson juga mengubah proyeksi penjualan operasionalnya di tahun ini.

Salah satunya, perusahaan mengerek target pertumbuhan penjualan operasional di luar akuisisi dari 4% menjadi 5% di akhir tahun nanti. Selain itu, perusahaan juga yakin mampu menorehkan laba per saham sebesar US$10,65 di akhir tahun nanti atau naik dari proyeksi semula US$10,55.

Meski demikian, Johnson & Johnson sepertinya masih akan menganggap gugatan hukum atas produk bedak bayinya sebagai tantangan utama bisnisnya. Memang, perusahaan jarang memberikan keterangan terkait tingkat kemajuan perkara hukum ini. Namun, yang pasti, proses penyelesaian perkara itu pun masih berlanjut hingga saat ini.

Perkembangan terbarunya, anak usaha Johnson & Johnson, LTL Management, masih berupaya untuk mengajukan kebangkrutan ke pengadilan niaga AS demi mengelak dari kewajiban pembayaran kompensasi jumbo yang timbul dari gugatan hukum tersebut. Di samping itu, Johnson & Johnson juga berkomitmen untuk memberikan kompensasi US$8,9 miliar kepada penggugat.

Berdasarkan alasan-alasan di atas, dan hasil laporan keuangan perusahaan, analis pun memberikan rating NETRAL untuk saham Johnson & Johnson. Analis juga memberikan target harga US$180,8 di akhir 2023, atau memiliki potensi keuntungan 12,3% dari posisi harganya saat ini.

Transaksi Saham Johnson & Johnson di Sini!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham ASindeks saham ASemas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Ditulis oleh
channel logo

Marco Antonius

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1

Daftar