Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 5 menit

View

0

Kabar Sepekan: Ekonomi RI Kian Jago, Rusia Niat Legalisasi Kripto?

Happy weekend, Sobat Cuan! Kamu lagi ngapain nih berakhir pekan? Nah, agar waktu akhir pekanmu makin afdal, yuk simak rangkuman berita ekonomi sepekan di Kabar Sepekan berikut!

Kabar Internasional Sepekan

1. Meta Ngajak Ribut, Ancam Mau Cabut IG & FB Dari Eropa

Meta Platform Inc., induk dari Instagram dan Facebook, mengancam undur diri dari pasar Eropa. Sebab, menurut laporan yang dirilis perseroan pekan lalu, Meta keberatan atas undang-undang baru yang berpeluang menghalangi mekanisme transfer data warga Uni Eropa ke Amerika Serikat.

Hanya saja, Uni Eropa merespons ancaman tersebut dengan santai. Bahkan, legislator Uni Eropa sesumbar bahwa hengkangnya Meta dari benua biru tersebut akan jadi kerugian perusahaan.

2. Defisit Perdagangan AS Rekor Sepanjang Masa!

Departemen Perdagangan Amerika Serikat mencatat defisit neraca perdagangan AS sebesar US$859,1 miliar pada 2021, alias melonjak 27% dibanding tahun sebelumnya. Dengan demikian, maka defisit neraca dagang AS menembus level tertingginya sepanjang masa!

Sumber utama defisit neraca perdagangan berasal dari impor barang yang juga berada di level tertingginya yakni US$1,8 triliun, tumbuh 18,2% dari US$1,1 triliun di tahun sebelumnya.

3. Harga Minyak Bisa Tembus US$120

Perusahaan investment bank, JPMorgan memproyeksikan harga minyak dunia bisa makin ngamuk hingga US$120 per barel jika kondisi geopolitik antara Rusia dan Ukraina terus memanas.

Bahkan, kalau Rusia berhenti mengekspor separuh dari total suplai minyaknya saat ini, harga Brent bisa to the moon sampai US$150 per barel. Mengapa demikian?

Rusia merupakan pemasok minyak dan gas terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Sehingga, konflik Rusia dengan Ukraina berisiko mengganggu pasokan minyak dunia kalau sampai terjadi perang yang merusak infrastruktur energi di negara tersebut.

4. Inflasi AS Makin Ngeri, Cetak Rekor Sejak 1982

Biro Statistik dan Tenaga Kerja AS mencatat bahwa indeks harga konsumen AS melonjak 7,5% secara tahunan pada Januari lalu. Ternyata, tingkat inflasi ini merupakan yang tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Inflasi didorong oleh kenaikan harga bahan makanan, energi dan sewa rumah yang disebabkan oleh lonjakan permintaan yang tidak diimbangi dengan suplai yang memadai.

2. Ekonomi Inggris Tumbuh Manis!

Inggris mencatatkan pertumbuhan ekonomi 7,5% pada tahun 2021, tertinggi sejak perang dunia kedua!

Kendati demikian, kinerja ekonomi yang cemerlang itu belum mampu membuat Inggris kembali ke level pra pandeminya. Salah satu penyebabnya ialah penyebaran COVID-19 omicron yang membuat ekonomi Desember kembali minus 0,2%.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Inflasi AS 'Ngambek', IHSG & Kripto 'Ringsek'

Kabar Kripto Sepekan

1. Rusia Siapkan UU Kripto. BTC Bakal Jadi Mata Uang Resmi?

Bank sentral dan pemerintah Rusia mengumumkan telah sepakat untuk menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk meregulasi aktivitas kripto di negara tersebut. Rencananya, otoritas Rusia akan mengkategorikan aset kripto sebagai mata uang alih-alih sebagai aset finansial digital.

Langkah ini merupakan titik tengah dari tarik-menarik kepentingan antara bank sentral dan pemerintah Rusia terkait aset kripto. Sebelumnya, bank sentral Rusia berniat untuk melarang penambangan aset kripto secara total sementara pemerintah Rusia justru ingin meregulasi aset kripto.

2. AS Akhirnya Ringkus 'Maling' 120.000 BTC!

Departemen Kehakiman AS berhasil meringkus dua terduga pencurian BTC dari platform exchange Bitfinex yang terjadi 2016 silam.

Pada saat itu, 120.000 keping BTC mendadak raib setelah platform tersebut diretas oleh oknum tak bertanggung jawab. Enam tahun kemudian, Departemen Kehakiman AS menangkap dua terduga peretas di New York sekaligus menyita barang bukti berupa 94.000 keping BTC bernilai US$3,6 miliar.

Kini, status kedua pelaku sudah naik dari tersangka menjadi terdakwa dan siap menjalani persidangan.

3. Polygon Raih Pendanaan US$450 Juta dari India

Polygon mengatakan telah meraih pendanaan sebesar US$450 juta dari Sequoia Capital India. Setelah kabar ini mencuat, nilai Polygon melejit 17% pada pekan ini.

4. Ubisoft Boyong Rabbids ke Metaverse The Sandbox

Perusahaan pengembang video gim Ubisoft mengumumkan telah menjalin kerja sama dengan The Sandbox untuk memboyong salah satu game populernya, Rabbid, ke kancah Metaverse.

5. Aave Luncurkan Medsos di Polygon

Platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) AAVE mengumumkan telah meluncurkan media sosialnya sendiri di jaringan Polygon bernama Lens Protocol. 

Lens Protocol adalah media sosial yang open-source, berbasis Web-3, dan berbasis smart contract. Di media sosial tersebut, pengguna bisa menciptakan Non-Fungible Tokens (NFT) yang mencakup komentar, unggahan, dan konten lain yang dimiliki oleh sang pengguna.

Kabar Domestik Sepekan

1. Ekonomi RI Tumbuh 3,69% Tahun Lalu

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2021 atas dasar harga berlaku sebesar Rp16.970,8 triliun, tumbuh 3,69% secara tahunan. Realisasi ini lebih rendah ketimbang proyeksi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yakni sebesar 4%, namun lebih tinggi dari realisasi tahun 2020 yakni -2,07%.

2. Harap Bersabar, PPKM Jawa-Bali Naik Level!

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan bahwa wilayah Jadebotabek, DIY, Bali dan Bandung Raya resmi memasuki PPKM level 3! Keputusan tersebut didasari oleh lonjakan kasus akibat merebaknya varian omicron yang telah menyebabkan 357 kematian sejauh ini.

3. Cadangan Devisa RI Januari Susut Tipis

Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia sebesar US$141,3 miliar pada Januari 2022, susut tipis US$3,6 miliar dibanding sebulan sebelumnya.

Hal ini terjadi akibat berkurangnya penempatan valuta asing di perbankan seiring membaiknya aktivitas perekonomian. Faktor lain yang mempengaruhi penyusutan cadangan devisa ialah kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

4. Siap-Siap, Tarif Tol Mau Naik!

Operator jalan tol pelat merah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, mengumumkan kenaikan tarif sejumlah ruas tol di Indonesia.

Melalui akun Twitter-nya, perseroan mengatakan bahwa penyesuaian tarif tol yang bakal berlaku dalam waktu dekat adalah penyesuaian reguler mengikuti laju inflasi, yakni sebesar 3,03% dari tarif yang berlaku saat ini. Makanya, penyesuaian tarif tersebut menghitung agregat inflasi dalam dua tahun terakhir dan akan berlaku ke seluruh golongan kendaraan, termasuk angkutan logistik.

5. BI Masih Setia Tahan Bunga Acuan 3,5%

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDGBI) memutuskan untuk kembali menahan bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 3,5%. Suku bunga deposit facility dan lending facility pun tetap ditahan di level 2,75% dan 4,25%.

Dengan demikian, maka sudah genap setahun BI menahan bunga acuannya di level 3,5%, yang menjadi suku bunga terendah sejak Indonesia merdeka.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait