Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNew

arrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

NEWS_TITLE

Rangkuman Pasar: IHSG Masih Melempem Gara-Gara Evergrande

Rangkuman Pasar: IHSG Masih Melempem Gara-Gara Evergrande

21 Sep 2021, 11:35 AM·READING_TIME
Kategori
Rangkuman Pasar: IHSG Masih Melempem Gara-Gara Evergrande

Nilai indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.060,76 poin, alias terkoreksi 0,26% sepanjang perdagangan. Artinya, nilai IHSG harus kembali tersungkur ke zona merah dua hari berturut-turut. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi pada IHSG hari ini?

Nilai IHSG Masih Tenggelam Gara-Gara Evergrande

Lesunya nilai IHSG pada sesi perdagangan kali ini disebabkan oleh reaksi investor atas isu raksasa properti China, Evergrande, yang berpotensi gagal bayar atas uatng-utangnya.

Investor khawatir bahwa kejadian tersebut akan merembet jadi krisis utang besar di China dan berpengaruh ke pasar modal global. Akibatnya, investor melakukan panic selling dan bikin rontok tak hanya indeks domestik melainkan indeks saham global lainnya.

Dow Jones Industrial Average ditutup amblas 2,19% dan menjadi koreksi terbesar sejak Juli tahun ini. EIDO yang selama ini menjadi patokan bagi investor asing untuk menilai pasar saham di Indonesia juga ikut terkoreksi 1,18%. Tidak mau ketinggalan, nilai indeks Nikkei juga amblas 2,17% pada perdagangan hari ini.

Di indeks domestik sepanjang hari ini, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) sebanyak Rp429,4 miliar. Angka tersebut lebih besar dibanding net sell asing kemarin (20/9) sebesar Rp242,90 miliar. Kali ini, giliran saham blue chip yang banyak dilego asing, di antaranya adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai total net sell mencapai Rp281 miliar.

Adapun sentimen IHSG dari dalam negeri kali ini berasal dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang memutuskan menahan suku bunga acuan di level 3,5% sesuai dengan konsensus pasar. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, hal itu sejalan dengan peran bank Sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan sistem keuangan lantaran ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Pemerintah Niat Pajaki Karbon, AS Nyaris Shutdown

Kinerja Saham Hari Ini

Dalam perdagangan hari ini, tiga saham yang mengalami pertumbuhan nilai tertinggi adalah:

  1. PT Dharma Samudera Fishing Industris Tbk (DSFI) (tumbuh 34,78%)
  2. PT Trisula Internationall Tbk (TRIS) (tumbuh 34,72%)
  3. PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA) (tumbuh 34,67%)

Sementara itu, tiga saham yang mengalami penurunan nilai terbesar adalah:

  1. PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) (turun 6,99%)
  2. PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) (turun 6,93%)
  3. PT Bumi Benowo Sejahtera Tbk (BBSS) (turun 6,90%)

Di sisi lain, tiga saham yang paling banyak diperdagangkan hari ini berdasarkan frekuensinya adalah:

  1. PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) (38.332 kali)
  2. PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA) (33.515 kali)
  3. PT Dharma Samudera Fishing Tbk (DSFI) (32.426 kali)

Membincang nilai tukar rupiah, pada perdagangan hari ini, nilai tukar Rupiah menguat di tengah kondisiekonomi global yang tidak menentu. Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada 21 September 2021, nilai tukar Rupiah berada di level Rp14.244 per Dolar AS, naik dari posisi kemarin yang sempat berada di level Rp14.251 per Dolar AS.

Ditulis oleh
channel logo

Adi Putro

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1