Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Omicron Bikin Kalang Kabut, IHSG dan Kripto Semaput

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pasar kripto harus pasrah bercokol di teritori negatif sepanjang hari ini. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di kedua pasar tersebut? Yuk, simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

Omicron Bikin Waswas, IHSG Langsung Kebas

IHSG harus rela mengakhiri sesi perdagangan Senin (20/12) di level 6.547,11 poin alias luntur 0,83% dibanding sesi perdagangan sebelumnya. Hal ini ditengarai berhulu dari sikap pelaku pasar yang melakukan aksi jual besar-besaran setelah mereka khawatir atas merebaknya virus COVID-19 varian Omicron.

Sekadar informasi, sejumlah negara di Eropa menyatakan akan melakukan lockdown di akhir tahun ini, tepatnya saat liburan Natal dan Tahun Baru, guna mengantisipasi penyebaran virus yang sudah terkonfirmasi di 89 negara itu.

Salah satunya adalah Belanda. Negeri kincir angin tersebut melakukan lockdown sejak Minggu (19/12) hingga 14 Januari 2022 mendatang. Di samping itu, Jerman pun hanya memperbolehkan warga negaranya, pemukim, serta penumpang pesawat transit untuk memasuki wilayah negara panzer tersebut mulai hari ini.

Sementara itu, Indonesia sudah mengonfirmasi tiga individu yang positif terinfeksi varian tersebut, di mana satu di antaranya sudah dinyatakan negatif.

Melihat semakin ganasnya penyebaran Omicron di tingkat global, tak heran jika kemudian pasar kalang kabut dan melakukan panic selling. Sikap ketar-ketir tersebut tidak hanya terjadi di IHSG, namun juga di beberapa bursa saham dunia.

Akhir pekan lalu, nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) ambruk 1,48% ke level 35.365,44 diikuti dengan nilai S&P 500 juga yang longsor 1,03% ke level 4.620,64. Tak ketinggalan, Nasdaq Composite juga sedikit tertekan 0,071% ke level 15.169,68.

Di kawasan Asia, indeks saham Hang Seng ambrol 1,93% ke level 22.744,86 yang diikuti oleh Indeks Kospi yang tersungkur 1,81% ke level 2.963 dan Indeks Nikkel 225 yang terjun bebas 2,13% ke level 27.937,81.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Akhir Pekan, IHSG Melenggang Manis Tapi Kripto Miris

Sektor Kesehatan Jadi 'Vitamin' IHSG Hari Ini

Meskipun IHSG ditutup memble, setidaknya ada dua saham sektoral yang masih bertengger di zona hijau. Yakni, sektor teknologi dan kesehatan yang masing-masing menguat 0,95% dan 0,13% pada sesi perdagangan hari ini.

Sektor kesehatan, tidak heran, bereaksi positif dalam merespons penyebaran virus COVID-19 Omicron. Makanya, maklum saja jika saham emiten seperti PT Bundamedik Tbk (BMHS) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) masing-masing menguat 4,22% dan 0,31% pada sesi perdagangan hari ini.

Tak mau ketinggalan, nilai saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) juga terapresiasi 2,68% ke level Rp2.300 per saham.

Nah, aksi beli yang kuat di kedua sektor tersebut pada hari ini berhasil mengerek nilai beli bersih (net foreign buy) investor asing di angka Rp543,38 miliar di seluruh pasar.

Sayangnya, di sisi lain, saham-saham perbankan jumbo tanah air harus menjadi "tumbal" kekhawatiran pasar atas Omicron. Alhasil, mereka pun menyeret nilai IHSG ke jurang yang cukup dalam.

Nilai saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), misalnya, hari ini ambruk 1,67% ke level Rp7.375 per saham. Selain itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masing-masing ikut luntur 0,37% dan 1,05% di waktu yang sama.

Pasar Kripto 'Mengsedih'

Tak hanya nilai IHSG yang terkapar hari ini. Sebab, pasar kripto pun terpantau mendung di waktu yang sama. Melansir Coinmarketcap pukul 17.34 WIB, tujuh dari 10 koin kripto berkapitalisasi pasar terbesar sedunia terperangkap di zona merah dalam sehari belakangan.

Bitcoin (BTC), contohnya, melorot 2,41% dalam sehari terakhir dan kini nangkring di level US$45.979,76 per keping. Sementara itu, nilai koin pesaing terdekatnya, Ether (ETH) juga amblas 3,02% ke US$3.804,82 per keping.

Selain itu, nilai koin Ethereum Killer seperti Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Avalanche (AVAX) harus terpeleset masing-masing 6,67%, 4,24%, dan 6,72% di waktu yang sama.

Secara umum, nampaknya pelaku pasar agak sedikit sangsi masuk ke pasar kripto lantaran mereka tengah menghindari pasar aset berisiko. Penyebabnya, apalagi kalau bukan penyebaran COVID-19 Omicron yang kian merajalela di berbagai belahan dunia.

Di samping itu, sentimen negatif lainnya datang dari India. Laporan terakhir menyebut, otoritas moneter negara Bollywood tersebut mendukung pelarangan penuh aktivitas berbau aset kripto di negaranya. Hal ini disampaikan oleh seorang sumber di lingkungan bank sentral India yang juga mengikuti rapat tingkat pemangku kebijakan moneter pada Jumat (17/12).

Baca juga: Kabar Sepekan: Harga CPO Rekor, Harga Bitcoin Makin Gacor!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait