Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
course

Waktu baca: 5 menit

View
0

Mengenal ApeCoin, Calon Mata Uang Web3 Masa Depan

ApeCoin (APE) sempat menghebohkan kancah kripto di tahun ini lantaran sukses menembus 30 besar aset kripto berkapitalisasi besar sejagat meski diluncurkan kurang dari sepekan. Tapi apa itu APE? Mengapa popularitasnya bisa melesat? Yuk, simak selengkapnya di sini!

Sekilas Mengenai ApeCoin

ApeCoin (APE) adalah token utilitas dan tata kelola yang dikembangkan Yuga Labs dan bertujuan menjadi mata uang kancah Web3 dan Metaverse, misalnya gaming, budaya, dan perdagangan, di masa depan.

Yuga Labs meluncurkan APE pada Maret 2022 dan langsung mendapat sambutan hangat dari komunitas kripto. Nah, popularitas itu sendiri tak terlepas dari ketenaran proyek Non-Fungible Token (NFT) paling hits, Bored Ape Yacht Club (BAYC), yang juga merupakan proyek lain dari Yuga Labs.

Adapun penjelasan lengkap soal BAYC bisa kamu baca di sini ya, Sobat Cuan!

Pada saat peluncuran APE, Yuga Labs mengatakan bahwa token tersebut akan menjadi token utama dari ekosistem BAYC plus proyek-proyek Yuga Labs lainnya seperti Otherside Metaverse dan produk serta jasa besutan Yuga Labs ke depan. Konsep ini mirip seperti kegunaan token SAND di jaringan Sandbox dan AXS di Axie Infinity.

APE dimiliki dan dioperasikan oleh ApeCoin DAO, sebuah organisasi terdesentralisasi yang memungkinkan anggotanya untuk menentukan tata kelola dan pendanaan ekosistem Yuga Labs ke depan.

ApeCoin DAO sendiri disokong oleh Ape Foundation, sebuah badan yang didekasikan sebagai "badan tertinggi" dari ApeCoin dan mengesahkan segala keputusan yang disepakati komunitas ApeCoin DAO.

Mereka yang membeli dan menggenggam APE otomatis sudah memenuhi syarat untuk menjadi anggota ApeCoin DAO. Oleh karenanya, pemilik APE bisa menggunakan tokennya sebagai "surat suara" untuk menentukan tata kelola, pengembangan berikutnya, dan masa depan ekosistem Yuga Labs.

Lebih pentingnya lagi, pemilik APE berkesempatan untuk meloloskan ide-ide anyar dan revolusioner, yang bisa mengantar lebih banyak lagi produk budaya ke dalam jagat metaverse. Hal ini seharusnya tak mengherankan, mengingat kancah Web3 kini sudah dijejali dengan produk budaya seperti seni, gaming, hiburan, dan events.

Apa Kegunaan ApeCoin?

Seperti yang telah disinggung di atas, APE berguna sebagai "surat suara" dalam menentukan tata kelola jaringan ke depan. Selain itu, APE adalah token yang bisa digunakan di proyek-proyek Yuga Labs ke depan.

Kendati demikian, Yuga Labs ternyata punya misi besar bagi APE: Menjadi mata uang utama di kancah ekonomi metaverse. Dengan kata lain, Yuga Labs berharap bahwa APE tak hanya digunakan sebagai alat pembayaran di ekosistemnya semata, namun juga aplikasi Web3 lainnya.

Yuga Labs sejatinya sudah menaruh batu pijakan demi mencapai tujuan tersebut. Sebagai contoh, game play-to-earn yang dikembangkan Animoca Brands, Benji Bananas, kini telah mengadopsi APE sebagai mata uang utama di dalam permainan tersebut.

Kemudian, pada 16 Maret 2022, pengembang game nWayPlay juga mengumumkan akan menggunakan APE di game play-to-earn terbarunya yang didasarkan atas BAYC.

Di samping itu, terdapat pula bukti tentang kegunaan APE di dunia "nyata", misalnya:

  1. Majalah Time mengatakan bakal menerima APE sebagai alat pembayaran resmi bagi jasa langganan digitalnya.
  2. Rapper Snoop Dogg dan Wiz Khalifa telah merilis delapan lagu bersama yang bisa dibeli dengan APE.
  3. Komplek properti E11even di Miami, AS, menerima pembayaran kondominium dalam mata uang APE.
  4. Produsen bir asal Florida, AS, Saltwater Brewery, memberikan diskon 50% bagi pelanggan yang membeli produk-produknya menggunakan APE.

Mengenal Struktur Tata Kelola ApeCoin

Sebelumnya, Sobat Cuan tentu sudah menyimak pihak-pihak yang terlibat dalam operasional APE, seperti ApeCoin DAO, Ape Foundation, dan lainnya. Namun, seperti apa peran-peran mereka secara detail? Berikut penjelasannya!

1. ApeCoin DAO

ApeCoin DAO hadir karena sistem tata kelola yang terdesentralisasi adalah faktor penting untuk membangun dan mengelola komunitas global yang tersebar sporadis.

Melalui DAO ini, anggota ApeCoin DAO bisa menaruh suara terkait keputusan pendanaan ekosistem ApeCoin, aturan di jaringan, dan proyek-proyek serta kemitraan ke depan, yang umumnya termuat di dalam APE Improvement Proposal.

2. APE Foundation

The Ape Foundation adalah lembaga penjamin yang berada di jaringan ApeCoin. Ia bukanlah lembaga pengawas, namun badan yang memfasilitasi tata kelola terdesentralisasi yang sebelumnya sudah disepakati komunitas dan menjamin kesinambungan sistem terdesentralisasi di jaringan tersebut.

Oleh karenanya, APE Foundation memiliki tugas untuk mengesahkan seluruh keputusan yang dibuat oleh ApeCoin DAO.

Selain itu, lembaga ini juga bertanggung jawab untuk melaksanakan administrasi sehari-hari, manajemen proyek, dan tugas lain yang memastikan bahwa ide-ide komunitas DAO bisa berubah menjadi kenyataan.

Di samping itu, APE Foundation juga bertanggung jawab mengelola dana ekosistem dan membayar pengeluaran lainnya sesuai instruksi ApeCoin DAO. Tak ketinggalan, APE Foundation juga menyediakan infrastruktur bagi penggenggam ApeCoin untuk berkolaborasi melalui proses tata kelola yang terbuka dan tanpa hambatan.

3. Dewan APE Foundation

Dewan APE Foundation adalah dewan khsusus yang mengawasi seluruh operasional dan tata kelola di APE Foundation. Lembaga ini bertugas sebagai pengesah akhir dari segala proposal DAO, pengkaji seluruh proposal pengembangan jaringan ke depan, dan menyediakan visi kepada komunitas. 

Anggota Dewan APE Foundation punya masa jabatan selama enam bulan. Setelahnya, anggota DAO akan memungut suara demi mencari anggota baru.

4. Yuga Labs

Yuga Labs, pengembang Apecoin, adalah perusahaan Web3 dan blockchain yang fokus mengembangkan NFT dan benda-benda koleksi digital melalui pendekatan penceritaan, pengalaman, dan komunitas. Dalam ekosistem Yuga, penggemar dan pemain dianggap sebagai pemilik sekaligus creator.

Yuga Labs didirikan oleh Wylie Aronow dan Greg Solano di 2021 dan telah menggaet pendanaan total US$4 miliar per Juni 2022 dari firma modal ventura kripto top sejagat, Andreessen Horowitz (a16), Coinbase, dan Friendly Trading.

Proyek terkenal Yuga Labs adalah BAYC, satu koleksi berisikan 10.000 karya seni NFT menggambarkan kera-kera berekspresi bete. Perusahaan mulai menjajakan NFT BAYC di April 2021 dan kini menjelma sebagai salah satu proyek NFT paling berharga dari sisi kapitalisasi pasar.

Di samping itu, Yuga Labs juga membeli alamat IP dari sang pionir proyek NFT, CryptoPunks, dan Meebits.

Meski mengembangkan ApeCoin, namun Yuga Labs tak serta merta mengelolanya secara langsung. Malahan, tata kelola ApeCoin diserahakan ke ApeCoin DAO. Apa dugaan alasannya?

  1. Dikotomi tersebut merupakan buah pikiran dari William Hinman, mantan pejabat otoritas pasar modal AS (Security and Exchange Commission/SEC) yang kini menjadi petinggi a16z. Ia berpendapat bahwa lembaga terdesentralisasi bisa menerbitkan token secara bebas tanpa harus mendaftarkannya ke SEC asal lembaga tersebut benar-benar terdesentralisasi. Nah, dalam konteks ekosistem ApeCoin, ApeCoin DAO adalah lembaga terdesentralisasi, sementara Yuga Labs tidak memiliki sifat yang dimaksud.
  2. APE bertujuan untuk menjadi mata uang utama ekonomi Web3 dan metaverse, sehingga ia tak boleh punya sangkut paut terhadap proyek Web3 atau metaverse lainnya.

Aspek Tokenomics ApeCoin

APE memiliki total suplai terbatas sebesar 1 miliar keping di dunia ini. Dengan kata lain, sang pengembang tidak akan menambah pasokannya atau membakarnya, sehingga jumlahnya bakal terbilang 1 miliar keping selamanya.

Berikut adalah rincian alokasi APE.

Meski suplainya terbatas, APE belum seluruhnya beredar di surkulasi. Ini terjadi lantaran konsep "penguncian token" sehingga jumlah suplai sesungguhnya terdilusi dan membuat suplai APE seolah-olah terlihat lebih besar.

Sebagai contoh, Yuga Labs, pihak-pihak yang membantu peluncuran APE, dan pendiri BAYC wajib mengunci tokennya selama setahun. Adapun, seluruh suplai APE rencananya bakal sepenuhnya beredar pada 2026.

Kekuatan dan Kritik Atas ApeCoin

Kekuatan

  1. Yuga Labs punya pendanaan kuat dan kini valuasinya bertengger di US$4 miliar.
  2. APE terhubung dengan BAYC, proyek dan komunitas NFT paling besar dan berharga.
  3. Rekam jejak Yuga Labs dalam mengembangkan proyek kripto sudah teruji.
  4. Proyek-proyek Web3 Yuga Labs terbilang punya prospek cemerlang.
  5. BAYC adalah NFT pertama yang masuk di skena arus utama. Sehingga, APE punya peluang untuk menjadi mata uang utama Web3 dan metaverse.
  6. Yuga Labs adalah perusahaan pionir yang fokus mengembangkan proyek-proyek metaverse lintas jaringan.

Kritik

  1. Nilai pasokannya terdilusi.
  2. Daya guna yang terbatas. Sebab, APE saat ini masih dikenal sebagai token tata kelola namun belum punya manfaat utilitas yang pasti.
  3. Reputasi proyek Yuga Labs ternoda setelah proyek Yuga Labs lainnya, Otherside Land, menyebabkan kekacauan di jaringan Ethereum dan menyebabkan jaringannya tak bisa digunakan selama beberapa jam.

Lebih lanjut, ekosistem APE kini mengembangkan sebuah metaverse anyar bernama The Otherside. Yuk, simak selengkapnya di sini!

Bagikan

Apakah artikel ini bermanfaat?