Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
course

Waktu baca: 6 menit

View
0

Mengenal BAYC, Jenama Web 3.0 Pertama Sejagat

Bored Ape Yacht Club (BAYC) dikenal sebagai klub NFT paling hits sejagat. Tapi, BAYC ternyata lebih dari sekadar kumpulan gambar kera-kera yang bertampang kecut saja. Yuk, pelajari selengkapnya di sini!

Apa Itu Bored Ape Yacht Club?

Mirip seperti CryptoPunks, Bored Ape Yacht Club (BAYC) adalah satu koleksi karya seni yang berisikan 10.000 NFT avatar. Namun, avatar milik BAYC punya satu ciri khas, yakni semuanya menampilkan kera-kera yang doyan memasang tampang bete dengan ciri khasnya masing-masing. Contohnya bisa Sobat Cuan lihat melalui ilustrasi berikut.

Selain itu, Bored Ape juga berfungsi sebagai kartu keanggotaan klub yacht, di mana anggotanya bisa mengakses beberapa manfaat yang eksklusif.

Lantas, bagaimana BAYC membayar semua fasilitas dan manfaat-manfaat eksklusif tersebut?

Jadi begini, Sobat Cuan. Tim pengembang BAYC, Yuga Labs, akan memperoleh royalti sebesar 2,5% dari nilai penjualan Bored Ape jika karya seni tersebut dijual di pasar sekunder. Nah, seiring meningkatnya pamor BAYC, maka harga satu gambar Bored Ape pun akan semakin mahal. Sehingga, nilai nominal atas porsi royalti sebesar 2,5% yang dikantongi Yuga Labs pun akan semakin membesar seiring semakin mahalnya harga Bored Ape.

Sebagai gambaran, tim BAYC memperoleh 800 ETH ketika meluncurkan dan menjual seluruh Bored Apes milik mereka pada April 2021. Setahun kemudian, mereka justru mendapatkan sekitar 14.750 ETH hanya dari royalti di pasar sekunder. Bahkan, kalau ditambah penjualan mutan, pundi-pundi keuangan mereka bertambah sekitar 10.000 ETH.

Keuntungan melimpah ini digunakan BAYC untuk mendanai berbagai manfaat eksklusif bagi anggotanya dan mengembangkan jenama tersebut secara signifikan.

Potensi bisnis inilah yang membuat banyak orang mempertimbangkan untuk nyemplung ke kancah NFT dan Web3 dan menganggap keduanya adalah masa depan bisnis yang menjanjikan.

Mengenal Proyek Lain 'Karib' BAYC

Selain BAYC, Yuga Labs juga mengembangkan Bored Ape Kennel Club (BAKC), yakni sebuah "hewan peliharaan" berupa "anjing digital" yang dididstribusikan melalui airdrop ke para anggotanya. Namun, jika sang pemilik ingin menjual BAKC-nya ke pasar sekunder, maka hasil penjualannya akan disalurkan untuk kegiatan amal.

Tak cuma itu, kolektor juga bisa "menyuntik" avatar Bored Ape milik mereka menggunakan beberapa dosis "serum" agar bisa berevolusi menjadi Mutant Apes. Nah, serangkaian Mutant Apes ini, yang berjumlah 20.000 gambar, termasuk ke dalam koleksi NFT bernama Mutant Ape Yacht Club (MAYC).

Selain melalui serum, Mutant Apes juga tercipta melalui pencetakan NFT (minting) di pasar NFT publik.

Sama seperti BAYC, Mutant Apes juga berfungsi sebagai tanda keanggotaan komunitas MAYC meski manfaat keanggotaannya tak se-eksklusif BAYC. Namun, keanggotaan MAYC memungkinkan penggemar baru Bored Ape untuk ikut serta di ekosistem BAYC melalui tingkatan keanggotaan paling rendah.

Nah, baik BAYC, MAYC, dan BKAC tergabung ke dalam satu ekosistem yang disebut sebagai ekosistem APE. Pasalnya, seluruh produk dan jasa yang terdapat di dalamnya menggunakan token Apecoin (APE) sebagai alat tukar resminya. Kata APE sendiri terinspirasi dari meme kripto zaman dulu yang merujuk "ape" sebagai investor yang nekat nyemplung ke kancah kripto tanpa melakukan riset terlebih dulu.

Mengapa NFT BAYC Bernilai Tinggi?

Potensi NFT BAYC di pasar sekunder, seperti yang dijelaskan di atas, memang terlihat mantap. Namun, Sobat Cuan mungkin bertanya-tanya dalam hati: Kok bisa sih 10.000 gambar kera yang terlihat sedang bosan bisa bernilai cukup tinggi di pasaran?

Nah, situasi BAYC ini sejatinya setali tiga uang dengan situasi yang terjadi pada jenama fesyen Supreme.

Banyak orang suka pada Supreme. Tapi, sebagian lainnya justru mengolok-oloknya karena harganya dianggap berlebihan. Bayangkan saja, Supreme pernah menjual batu bata seharga US$1.000 per buah. Batu batanya sih terlihat biasa-biasa saja, namun yang bikin spesial adalah cap "Supreme" di atas batu bata tersebut.

Kendati menuai pro dan kontra di masyarakat, produk fesyen Supreme nyatanya tetap dikenakan oleh selebriti internasional karena beberapa item-nya terbilang langka. Jenama Supreme pun terbilang kuat lantaran mereka punya berbagai lini produk, mulai dari pakaian hingga mesin pinball. Hasilnya, Supreme pun kini sukses menjelma jadi perusahaan bernilai US$2 miliar.

Tapi, mengapa ada sebagian masyarakat yang doyan mengenakan Supreme? Mungkin, mereka ingin menonjolkan citra dirinya sebagai orang yang cool di hadapan orang lain.

Menurut mereka, mengenakan Supreme adalah statement mengenai diri mereka sendiri. Bahkan, ada beberapa orang yang mengaitkan kepribadiannya dengan mengenakan Supreme. Unik, bukan?

Selain itu, mereka pun doyan mengoleksi pakaian Supreme karena suplainya dianggap langka dan punya nilai tinggi jika pakaian-pakaian itu dijual kembali.

Situasi serupa ternyata mirip dengan BAYC. Baik Supreme maupun BAYC dianggap sebagai bagian dari starterpack orang-orang keren. Sobat Cuan pasti bakal auto disebut "si yang paling gaul" di internet jika memasang avatar BAYC di profil akun media sosialmu.

Selain itu, BAYC juga memiliki merchandise fisik yang cepat ludes di pasaran lantaran bisa bernilai lima hingga 10 kali lebih mahal jika dijual kembali. Lebih lanjut, pemilik Bored Ape pun rela menunggu berjam-jam di toko pop-up Bored Ape di New York hanya demi mendapatkan tiket eksklusif pesta Bored Ape Yacht. Kondisi ini sangat mirip dengan ratusan orang yang rela antre di depan toko Supreme hanya demi mendapatkan koleksi teranyarnya.

Mengenal BAYC Sebagai Jenama Web3 Terbesar Sedunia

Meski Supreme dan BAYC dikenal sebagai bagian dari cool culture, terdapat perbedaan besar di antara keduanya. BAYC adalah jenama Web3 desentralisasi, sehingga BAYC terbilang punya potensi tinggi untuk berkembang d masa depan. Bahkan, BAYC kini sukses menjadi jenama Web3 terbesar di dunia.

Tapi, apa sih arti jenama Web3?

Nah, jenama (brand) Web3 adalah sebuah jenama yang terdesentralisasi, umumnya melalui organisasi otonom terdesentralisasi (DAO), token, atau NFT. Contoh nyatanya, misal, kamu bisa memiliki sebagian dari BAYC hanya dengan memiliki NFT Bored Ape.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Web3 bersifat publik sejak awal. Kegiatan apapun yang terjadi di dalamnya diciptakan oleh dan ditujukan kepada komunitas. Oleh karenanya, tak heran jika prinsip esensial dari Web3 adalah sifatnya yang memungkinkan masyarakat untuk menggenggam sebagian "kepemilikan" dari proyek-proyek di dalamnya.

Karakteristik ini merupakan kebalikan dari model bisnis internet saat ini, di mana hanya firma investasi dan orang-orang tajir saja yang berhak memiliki kepemilikan di satu proyek atau perusahaan. Sementara itu, pihak-pihak yang menciptakan nilai bagi jenama tersebut, yakni melalui pembelian produk dan promosi paling gencar, hanya dianggap sebagai konsumen semata.

Nah, sekarang, mari tempatkan konteks di atas ke kasus Supreme versus BAYC.

Pada kasus Supreme, kamu tentu bisa menjadi pemilik produk fesyen keren tersebut, tapi kamu hanya akan dianggap sebagai konsumen Supreme saja. Sementara itu, di BAYC, kamu bisa mendapatkan produk BAYC (yakni NFT Bored Ape) sekaligus menjadi salah satu pemilik jenama BAYC. Apalagi, kamu juga memiliki aset berupa NFT yang nilainya bakal berkembang seiring meningkatnya popularitas jenama tersebut.

Ya, BAYC tak hanya memberikan manfaat eksklusif bagi anggotanya. Namun, klub NFT hits sejagat ini juga memungkinkan anggotanya untuk memiliki kepemilikan dan hak-hak komersial penuh yang menyangkut koleksi Bored Ape-nya masing-masing. Sehingga, mereka bisa melisensikan NFT Bored Ape-nya demi mendapatkan royalti.

Salah satu contohnya adalah aksi perusahaan rekaman global, Universal Music, yang menciptakan satu grup musik beranggotakan avatar Bored Apes. Ternyata, masing-masing pemilik Bored Apes di dalam band tersebut bisa memperoleh royalti atas penggunaan musik secara komersial plus persentase hasil penjualan single-nya.

Bahkan, Universal Music juga akan menjual penampilan kera-kera tersebut dalam bentuk NFT. Inovasi ini memungkinkan penggemarnya untuk merasakan pengalaman mendengarkan musik yang unik, sekaligus ladang cuan baru bagi sang pemilik avatar Bored Apes.

Nah, hal tersebut hanyalah cuplikan dari potensi bisnis BAYC yang lebih luas di masa depan. Bayangkan jika jenama BAYC semakin berkembang di masa depan, maka bukan tidak mungkin mereka yang punya NFT Bored Ape akan kebanjiran permintaan dari beberapa perusahaan untuk melisensikan Bored Ape miliknya.

Jadi, meski kini Supreme bernilai lebih dari US$2 miliar, tetapi nilai dari BAYC justru terletak dari potensi cuan yang bisa dihasilkan dari masing-masing gambar kera tersebut. Apalagi, BAYC kini sudah meluncurkan token utilitas bernama Apecoin, game blockchain, dan DAO. Sehingga, BAYC diharapkan bisa tetap menyandang status sebagai "NFT kelas atas" di masa depan.

Siapa Saja Pemilik Bored Ape?

Berikut adalah selebritas atau tokoh terkenal dunia yang memiliki Bored Ape

  1. Jimmy Fallon
  2. Justin Bieber
  3. Stephen Curry
  4. Eminem
  5. Paris Hilton
  6. Snoop Dogg
  7. Shaq O’Neal
  8. The Chainsmokers
  9. Logan Paul
  10. Timbaland
  11. Steve Aoki
  12. Mike Shinoda (Linkin Park)

Bagikan

Apakah artikel ini bermanfaat?