ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Crypto Top Movers: LDO Naik 33%+ Minggu Ini — Ini Bukan Sekadar Pump Biasa
shareIcon

Crypto Top Movers: LDO Naik 33%+ Minggu Ini — Ini Bukan Sekadar Pump Biasa

17 Apr 2026, 2:43 PM
·
Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Crypto Top Movers: LDO Naik 33%+ Minggu Ini — Ini Bukan Sekadar Pump Biasa
Momentum ada di pihak LDO. Dan pemahaman tentang mengapa ia bergerak adalah fondasi yang jauh lebih solid daripada sekadar ikut-ikutan hype. Baca selengkapnya.

Di tengah pasar yang masih penuh tekanan, satu token tiba-tiba bergerak dengan tenaga yang berbeda dari sekitarnya: LDO, token governance dari Lido Finance.

Dalam tujuh hari terakhir, LDO naik lebih dari 30% — dari zona terendahnya di sekitar Rp4.600 (sekitar $0.27) ke kisaran Rp6.500–6.800 ($0.38–0.40). Volume trading-nya meledak melewati Rp1,7 triliun ($100 juta) dalam 24 jam, melonjak lebih dari 129% dari rata-rata sebelumnya. Dan pada 16 April, LDO mencetak harga tertinggi dalam 10 minggu terakhir.

Yang menarik: ini bukan pump yang datang dari hype kosong atau FOMO komunitas. Ada tiga katalis nyata di baliknya — dan memahami ketiganya penting untuk membaca apakah momentum ini bisa berlanjut.

Sebentar: Apa Itu LDO dan Lido?

Sebelum masuk ke katalisnya, penting memahami konteksnya.

Lido Finance adalah protokol liquid staking terbesar di dunia untuk Ethereum. Ide dasarnya sederhana tapi powerful: kamu bisa men-stake ETH dan tetap mendapatkan token yang merepresentasikan ETH-mu (disebut stETH) yang bisa digunakan di DeFi — tanpa harus mengunci asetmu dan menunggu.

Lido mendominasi pasar liquid staking dengan sekitar 23% dari seluruh ETH yang di-stake, mengelola miliaran dolar dalam Total Value Locked (TVL). Dari sisi protokol, Lido adalah salah satu infrastruktur DeFi paling fundamental yang ada hari ini.

LDO adalah token governance-nya — memberikan hak suara kepada pemegangnya untuk memutuskan arah pengembangan protokol.

Masalahnya? Selama dua tahun terakhir, harga LDO bergerak dalam arah yang berlawanan dengan fundamental protokolnya. Token ini jatuh 97% dari puncaknya, dan menyentuh all-time low di Rp4.617 ($0.27) pada 7 Maret 2026. Sebuah protokol yang mengelola miliaran dolar, tapi token governance-nya hampir tidak bernilai.

Itulah latar belakang yang membuat minggu ini begitu signifikan.

Katalis 1: Program Buyback Rp343 Miliar yang Resmi Dieksekusi

Ini adalah katalis paling besar — dan paling konkret.

Pada akhir Maret 2026, Lido DAO mengusulkan program buyback senilai 10.000 stETH — setara dengan sekitar $20 juta atau Rp343 miliar — untuk membeli kembali token LDO dari pasar terbuka menggunakan dana treasury protokol.

Proposal ini berangkat dari satu argumen yang kuat: ada dislokasi besar antara harga LDO dan fundamental protokolnya. Pendapatan bersih Lido hanya turun sekitar 20% dalam dua tahun terakhir, tapi rasio LDO terhadap ETH turun hampir 50–70% dalam periode yang sama. Bukan sekadar koreksi biasa — ini adalah ketidaksesuaian struktural yang menurut DAO sendiri merupakan "salah satu dislokasi terbesar dalam sejarah token ini."

Voting berlangsung 7–13 April 2026 dan proposal disetujui. Dan pada 16 April, buyback resmi dimulai — dana senilai Rp31 miliar (sekitar $1,81 juta) dalam bentuk LDO sudah ditransfer ke treasury wallet khusus sebagai fase pertama eksekusi.

Buyback akan dilakukan dalam batch 1.000 stETH secara bertahap, melalui bursa seperti Binance, OKX, Bybit, dan Gate. Jika seluruh program dieksekusi, ini bisa menyerap sekitar 8% dari total circulating supply LDO yang ada di pasar — sebuah pengurangan supply yang sangat signifikan.

Pasar merespons bahkan sebelum eksekusi dimulai. Begitu proposal diumumkan akhir Maret, LDO langsung rally sekitar 18%. Dan ketika buyback benar-benar dimulai pekan ini, rally berlanjut dengan momentum yang lebih kuat.

Katalis 2: Lido Melampaui Rocket Pool — Jadi Solusi Staking Permissionless Terbesar

Di sisi fundamental, ada pencapaian penting yang terjadi bersamaan dengan timing yang sempurna.

Lido Finance resmi melampaui Rocket Pool menjadi solusi staking Ethereum permissionless (tanpa izin terpusat) terbesar — dengan jumlah validator aktif yang kini melewati 100 node, sedikit di atas jumlah yang dimiliki Rocket Pool.

Ini penting karena salah satu kritik terbesar terhadap Lido selama ini adalah ketergantungannya pada operator node terpusat. Dengan melewati Rocket Pool dalam kategori permissionless staking — di mana siapa pun bisa menjadi operator node tanpa izin — Lido menunjukkan bahwa ia sedang berevolusi menjadi infrastruktur yang lebih terdesentralisasi.

Narasi ini menambah kepercayaan investor bahwa Lido bukan hanya bertahan, tapi aktif memperkuat posisinya.

Katalis 3: Breakout Teknikal yang Dikonfirmasi dengan Volume

Dua katalis fundamental di atas bertemu dengan kondisi teknikal yang sudah matang untuk pergerakan.

LDO telah membentuk pola double bottom — pola grafik yang sering mengindikasikan pembalikan dari tren turun. Harga menembus neckline di area $0.3366 (Rp5.756) dengan konfirmasi volume yang kuat, mengubah zona resistensi itu menjadi support baru.

Yang lebih kuat: breakout ini bukan didorong oleh satu candle spike, melainkan oleh beberapa candle kenaikan yang konsisten — sinyal bahwa pembeli masuk secara bertahap dengan keyakinan, bukan hanya speculative buying satu waktu. Data on-chain mendukung ini: Lido DAO mencatat 141 wallet address baru dalam satu hari — pertumbuhan jaringan terkuat dalam hampir dua bulan.

Korelasi LDO dengan ETH juga meningkat ke 0.85 — artinya pergerakan LDO minggu ini sebagian juga ditopang oleh ETH yang mendekati level $2.400.

Yang Perlu Kamu Pertimbangkan

Rally LDO minggu ini punya kaki yang lebih kuat dari pump rata-rata karena ada dua hal nyata yang menggerakkannya: buyback aktif yang menyerap supply dari pasar, dan milestone fundamental yang memperkuat narasi jangka panjang.

Tapi ada konteks yang perlu tetap diingat. Lido menghadapi tekanan kompetitif nyata — pangsa pasar staking-nya turun dari 32% ke 23% dalam dua tahun terakhir, sebagian besar karena APR staking yang turun dari 13% ke sekitar 2.6%. Buyback Rp343 miliar adalah sinyal kepercayaan yang kuat, tapi ia tidak secara langsung memperbaiki masalah yield yang mendasar.

Pertanyaan yang lebih besar — apakah token governance DeFi layak diperdagangkan berdasarkan fundamental protokolnya, atau akan selalu didiskon karena tidak ada aliran pendapatan langsung ke pemegang token — adalah pertanyaan yang belum terjawab di industri secara luas.

Yang jelas: untuk saat ini, momentum ada di pihak LDO. Dan pemahaman tentang mengapa ia bergerak adalah fondasi yang jauh lebih solid daripada sekadar ikut-ikutan hype.


Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1