Perbedaan Yield Basis dan 0x Protocol: Yield Basis diperdagangkan di Rp1.405 (kapitalisasi pasar Rp222,35M, volume 24 jam Rp49,55M), sedangkan 0x Protocol diperdagangkan di Rp1.385 (kapitalisasi pasar Rp1,17T, volume 24 jam Rp65,95M). Perbedaan utamanya: 0x Protocol jauh lebih besar — sekitar 5,3× kapitalisasi pasar Yield Basis, dan suplai beredar Yield Basis 157,4M / 1B YB (16%) dibanding 848,4M / 1B ZRX (85%) milik 0x Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Yield Basis selama 6 Hari dan 0x Protocol selama 137 Hari.
| YB | ZRX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp222,35M | Rp1,17T |
Volume (24h) | Rp49,55M | Rp65,95M |
Suplai yang Beredar | 157,4M / 1B YB (16%) | 848,4M / 1B ZRX (85%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 137 Hari |
YieldBasis adalah protokol DeFi yang dibangun di atas Curve Finance, memungkinkan pengguna memperoleh yield pada aset seperti Bitcoin dengan meminimalkan impermanent loss. Protokol ini menggunakan mekanisme leverage majemuk tetap 2× agar posisi LP mengikuti harga aset dasar secara 1:1. Token YB mendukung governance melalui model vote-escrowed (veYB) serta memungkinkan pemegangnya berbagi pendapatan protokol.
Selengkapnya di halaman YB →0x adalah protokol infrastruktur yang memungkinkan pengguna untuk dengan mudah berdagang token ERC20 dan aset lainnya di blockchain Ethereum tanpa bergantung pada perantara terpusat seperti bursa cryptocurrency tradisional. Kasus penggunaan untuk protokol 0x mencakup: pasar bergaya eBay untuk barang dan layanan digital, trading desk OTC, fungsi pertukaran untuk protokol DeFi dan pertukaran desentralisasi biasa.
Selengkapnya di halaman ZRX →