Perbedaan Codatta dan Yield Basis: Codatta diperdagangkan di Rp123,06 (kapitalisasi pasar Rp307,37M, volume 24 jam Rp16,7M), sedangkan Yield Basis diperdagangkan di Rp1.411 (kapitalisasi pasar Rp222,32M, volume 24 jam Rp47,12M). Perbedaan utamanya: Codatta lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Codatta 2,5B / 10B XNY (25%) dibanding 157,4M / 1B YB (16%) milik Yield Basis. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Codatta selama 4 Hari dan Yield Basis selama 6 Hari.
| XNY | YB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp307,37M | Rp222,32M |
Volume (24h) | Rp16,7M | Rp47,12M |
Suplai yang Beredar | 2,5B / 10B XNY (25%) | 157,4M / 1B YB (16%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 6 Hari |
Codatta adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mengubah pengetahuan manusia dan AI menjadi aset digital yang dapat dimiliki dan menghasilkan royalti. Kontributor dapat memecah data menjadi aset fraksional dengan potensi pendapatan berkelanjutan. Beroperasi di BNB Chain, Ethereum, dan Solana, Codatta menyediakan pelacakan asal data, lisensi, serta distribusi pembayaran otomatis untuk ekosistem AI dan DeSci.
Selengkapnya di halaman XNY →YieldBasis adalah protokol DeFi yang dibangun di atas Curve Finance, memungkinkan pengguna memperoleh yield pada aset seperti Bitcoin dengan meminimalkan impermanent loss. Protokol ini menggunakan mekanisme leverage majemuk tetap 2× agar posisi LP mengikuti harga aset dasar secara 1:1. Token YB mendukung governance melalui model vote-escrowed (veYB) serta memungkinkan pemegangnya berbagi pendapatan protokol.
Selengkapnya di halaman YB →