Perbedaan Terra USD dan Tezos: Terra USD diperdagangkan di Rp99,51 (kapitalisasi pasar Rp557,19M, volume 24 jam Rp12,2M), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp4.091 (kapitalisasi pasar Rp4,49T, volume 24 jam Rp134,71M). Perbedaan utamanya: Tezos jauh lebih besar — sekitar 8,1× kapitalisasi pasar Terra USD, dan suplai Terra USD dibatasi (5,6B / 6,1B USTC (92%)), sedangkan Tezos terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra USD selama 56 Hari dan Tezos selama 97 Hari.
| USTC | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp557,19M | Rp4,49T |
Volume (24h) | Rp12,2M | Rp134,71M |
Suplai yang Beredar | 5,6B / 6,1B USTC (92%) | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 56 Hari | 97 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
USTC adalah stablecoin terdesentralisasi dan algoritmik dari blockchain Terra. Koin ini skalabel dan menghasilkan nilai yang dipatok terhadap dolar AS. Stablecoin dalam ekosistem Terra berbagi total likuiditas, yang berarti para pengguna dapat menukar TerraUSD ke TerraKRW (stablecoin Terra yang dipatok ke Won Korea) dengan biaya minimal. Selain itu, pengguna dapat memperoleh pendapatan pasif menggunakan TerraUSD dengan suku bunga stabil dari protokol lending Anchor.
Selengkapnya di halaman USTC →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →