Perbedaan Terra USD dan Stellar: Terra USD diperdagangkan di Rp100,3 (kapitalisasi pasar Rp557,82M, volume 24 jam Rp16M), sedangkan Stellar diperdagangkan di Rp3.419 (kapitalisasi pasar Rp116,54T, volume 24 jam Rp3,72T). Perbedaan utamanya: Stellar jauh lebih besar — sekitar 208,9× kapitalisasi pasar Terra USD, dan suplai beredar Terra USD 5,6B / 6,1B USTC (92%) dibanding 34,2B / 50B XLM (69%) milik Stellar. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra USD selama 56 Hari dan Stellar selama 82 Hari.
| USTC | XLM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp557,82M | Rp116,54T |
Volume (24h) | Rp16M | Rp3,72T |
Suplai yang Beredar | 5,6B / 6,1B USTC (92%) | 34,2B / 50B XLM (69%) |
Typical Hold Time | 56 Hari | 82 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Terra USD (USTC) saat ini diperdagangkan di Rp101,306 dengan sinyal teknis netral berdasarkan indikator RSI dan ADX. Token ini memiliki kapitalisasi pasar Rp556,67 juta dengan 92% suplai beredar. Posisi harga berada di dekat titik pivot Rp100, menunjukkan konsolidasi jangka pendek tanpa perkembangan fundamental signifikan dalam ekosistem Terra.
Outlook netral dengan risiko volatilitas tinggi mengingat sejarah depeg USTC. Peluang terbatas pada momentum trading jangka pendek, sementara risiko utama mencakup tekanan regulator dan likuiditas rendah. Investor harus memantau level support Rp98 dan resistance Rp102 untuk konfirmasi arah berikutnya.
Stellar (XLM) saat ini diperdagangkan pada Rp3.370 dengan kapitalisasi pasar Rp114,79 triliun, menunjukkan sinyal teknis bearish jangka pendek berdasarkan moving averages namun dengan osilator netral. Token ini memiliki tingkat sirkulasi 69% dari total supply 50 juta XLM, dengan rata-rata hold time 82 hari. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang dilaporkan dalam beberapa minggu terakhir.
Outlook keseluruhan menunjukkan tekanan jangka pendek dengan peluang rebound dari level support, namun investor perlu waspada terhadap volatilitas tinggi dan sentimen pasar kripto yang masih berhati-hati. Risiko utama termasuk likuiditas terbatas dan tekanan regulator terhadap aset kripto secara global.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
USTC adalah stablecoin terdesentralisasi dan algoritmik dari blockchain Terra. Koin ini skalabel dan menghasilkan nilai yang dipatok terhadap dolar AS. Stablecoin dalam ekosistem Terra berbagi total likuiditas, yang berarti para pengguna dapat menukar TerraUSD ke TerraKRW (stablecoin Terra yang dipatok ke Won Korea) dengan biaya minimal. Selain itu, pengguna dapat memperoleh pendapatan pasif menggunakan TerraUSD dengan suku bunga stabil dari protokol lending Anchor.
Selengkapnya di halaman USTC →Stellar adalah jaringan terbuka yang memfasilitasi transaksi lintas batas yang lebih cepat dan lebih murah dari representasi digital semua bentuk uang. Blockchain top ini dapat menangani antara 1000 dan 5000 transaksi per detik.
Selengkapnya di halaman XLM →