Perbedaan Ondo US Dollar Yield dan Ripple: Ondo US Dollar Yield diperdagangkan di Rp20.352 (kapitalisasi pasar Rp38,16T, volume 24 jam Rp6,51M), sedangkan Ripple diperdagangkan di Rp17.864 (kapitalisasi pasar Rp1.119,11T, volume 24 jam Rp15,39T). Perbedaan utamanya: Ripple jauh lebih besar — sekitar 29,3× kapitalisasi pasar Ondo US Dollar Yield, dan suplai Ripple dibatasi (62,7B / 100B XRP (63%)), sedangkan Ondo US Dollar Yield terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ondo US Dollar Yield selama 20 Hari dan Ripple selama 69 Hari.
| USDY | XRP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp38,16T | Rp1.119,11T |
Volume (24h) | Rp6,51M | Rp15,39T |
Suplai yang Beredar | 1,9B USDY | 62,7B / 100B XRP (63%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 69 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
USDY saat ini diperdagangkan di Rp20.379 dengan sinyal teknis netral, menunjukkan konsolidasi setelah periode volatilitas. Token ini memiliki market cap Rp38,23T dengan hold time rata-rata 20 hari, mengindikasikan holding pattern jangka menengah. Moving averages menunjukkan sinyal bullish (8 buy vs 5 sell) namun oscillators netral, menciptakan kondisi wait-and-see di pasar.
Outlook netral dengan potensi breakout jika mampu bertahan di atas support kunci Rp20.344. Risiko utama termasuk volatilitas crypto dan rendahnya volume trading. Peluang terletak pada momentum bullish dari moving averages jika didukung volume tinggi.
XRP saat ini diperdagangkan pada Rp17.881 dengan sinyal teknis bearish yang kuat, turun 43% sejak awal 2026. Token ini mendekati support kritis di Rp17.570 setelah lima bulan berturut-turut mengalami penurunan. Meskipun secara teknis lemah, adopsi institusional terus berlanjut dengan integrasi Deutsche Bank dan SG-FORGE di XRP Ledger.
Outlook jangka pendek tetap bearish dengan tekanan jual dominan, namun beberapa sinyal on-chain menunjukkan potensi bottoming. Risiko utama adalah kelanjutan tren turun menuju Rp17.000, sementara peluang muncul dari adopsi bank besar dan ETF yang telah mengumpulkan Rp14 triliun aset.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Ondo USDY adalah protokol pinjaman terdesentralisasi yang mendukung aset dengan batasan transfer. Desainnya yang fleksibel memungkinkan akses ke lebih banyak instrumen keuangan. USDY menjadi jembatan untuk menghadirkan aset dunia nyata ke blockchain.
Selengkapnya di halaman USDY →Aset kripto yang diciptakan untuk menjadi alternatif yang cepat, lebih murah, dan lebih skalabel untuk aset digital lainnya dan platform pembayaran moneter yang ada seperti SWIFT. Juga merupakan aset digital asli di XRP Ledger — teknologi blockchain open-source dan terdesentralisasi yang dapat menyelesaikan transaksi dalam 3-5 detik.
Selengkapnya di halaman XRP →