Perbedaan USDS dan Tezos: USDS diperdagangkan di Rp18.072 (kapitalisasi pasar Rp181,38T, volume 24 jam Rp3,26T), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp4.091 (kapitalisasi pasar Rp4,46T, volume 24 jam Rp139,2M). Perbedaan utamanya: USDS jauh lebih besar — sekitar 40,7× kapitalisasi pasar Tezos, dan suplai beredar USDS 10B USDS dibanding 1,1B XTZ milik Tezos. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan USDS selama 9 Hari dan Tezos selama 97 Hari.
| USDS | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp181,38T | Rp4,46T |
Volume (24h) | Rp3,26T | Rp139,2M |
Suplai yang Beredar | 10B USDS | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 9 Hari | 97 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
USDS (Sky Dollar) adalah stablecoin terdesentralisasi yang diterbitkan oleh Sky Protocol, penerus MakerDAO yang menjadi salah satu fondasi DeFi. Nilainya terikat 1:1 terhadap dolar AS. USDS dicetak dengan mengunci aset crypto sebagai jaminan dan dapat dikonversi langsung dari DAI dengan rasio 1:1. Selain sebagai alat penyimpan nilai, USDS menawarkan yield melalui Sky Savings Rate, reward berupa token governance SKY, serta tersedia di berbagai jaringan termasuk Ethereum dan Solana.
Selengkapnya di halaman USDS →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →