Perbedaan USDC dan Tezos: USDC diperdagangkan di Rp18.070 (kapitalisasi pasar Rp1.319,87T, volume 24 jam Rp179,48T), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp4.090 (kapitalisasi pasar Rp4,52T, volume 24 jam Rp136,29M). Perbedaan utamanya: USDC jauh lebih besar — sekitar 292× kapitalisasi pasar Tezos, dan suplai beredar USDC 73,1B USDC dibanding 1,1B XTZ milik Tezos. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan USDC selama 61 Hari dan Tezos selama 97 Hari.
| USDC | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1.319,87T | Rp4,52T |
Volume (24h) | Rp179,48T | Rp136,29M |
Suplai yang Beredar | 73,1B USDC | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 61 Hari | 97 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
USD Coin adalah stablecoin yang dipatok ke dolar AS dengan basis 1:1. Stablecoin ini awalnya diluncurkan secara terbatas pada September 2018. Sederhananya, mantra USD Coin adalah 'uang digital untuk era digital' — dan stablecoin dirancang untuk dunia di mana transaksi tanpa uang tunai menjadi lebih umum. USD Coin bertujuan untuk mengungguli para pesaing dalam beberapa cara. Salah satunya melalui transparansi dan jaminan bahwa pengguna akan dapat menarik 1 USDC dan menerima $1 sebagai imbalan tanpa masalah.
Selengkapnya di halaman USDC →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →