Perbedaan Turtle dan Zerobase: Turtle diperdagangkan di Rp610,48 (kapitalisasi pasar Rp94,3M, volume 24 jam Rp34,78M), sedangkan Zerobase diperdagangkan di Rp1.640 (kapitalisasi pasar Rp504,54M, volume 24 jam Rp1,33T). Perbedaan utamanya: Zerobase jauh lebih besar — sekitar 5,4× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar Turtle 154,7M / 1B TURTLE (16%) dibanding 308,3M / 1B ZBT (31%) milik Zerobase. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Turtle selama 11 Hari dan Zerobase selama 6 Hari.
| TURTLE | ZBT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp94,3M | Rp504,54M |
Volume (24h) | Rp34,78M | Rp1,33T |
Suplai yang Beredar | 154,7M / 1B TURTLE (16%) | 308,3M / 1B ZBT (31%) |
Typical Hold Time | 11 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →Zerobase adalah jaringan infrastruktur kriptografi yang memanfaatkan zero-knowledge proofs (ZKPs) dan trusted execution environments (TEEs) untuk menghadirkan staking yang privat, sesuai regulasi, dan terprogram. Zerobase mendukung zkStaking, zkLogin, dan ProofYield untuk institusi DeFi, privasi pengguna, dan strategi aset dunia nyata tanpa mengungkap data sensitif.
Selengkapnya di halaman ZBT →