Perbedaan Turtle dan Yield Basis: Turtle diperdagangkan di Rp773,31 (kapitalisasi pasar Rp120,27M, volume 24 jam Rp18,65M), sedangkan Yield Basis diperdagangkan di Rp1.409 (kapitalisasi pasar Rp219,93M, volume 24 jam Rp76,18M). Perbedaan utamanya: Yield Basis lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Turtle 154,7M / 1B TURTLE (16%) dibanding 156,7M / 1B YB (16%) milik Yield Basis. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Turtle selama 12 Hari dan Yield Basis selama 6 Hari.
| TURTLE | YB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp120,27M | Rp219,93M |
Volume (24h) | Rp18,65M | Rp76,18M |
Suplai yang Beredar | 154,7M / 1B TURTLE (16%) | 156,7M / 1B YB (16%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →YieldBasis adalah protokol DeFi yang dibangun di atas Curve Finance, memungkinkan pengguna memperoleh yield pada aset seperti Bitcoin dengan meminimalkan impermanent loss. Protokol ini menggunakan mekanisme leverage majemuk tetap 2× agar posisi LP mengikuti harga aset dasar secara 1:1. Token YB mendukung governance melalui model vote-escrowed (veYB) serta memungkinkan pemegangnya berbagi pendapatan protokol.
Selengkapnya di halaman YB →