Perbedaan Turtle dan Xai: Turtle diperdagangkan di Rp610,3 (kapitalisasi pasar Rp94,33M, volume 24 jam Rp35,77M), sedangkan Xai diperdagangkan di Rp125,69 (kapitalisasi pasar Rp262,84M, volume 24 jam Rp61,59M). Perbedaan utamanya: Xai jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar Turtle 154,7M / 1B TURTLE (16%) dibanding 2,1B / 2,5B XAI (84%) milik Xai. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Turtle selama 11 Hari dan Xai selama 55 Hari.
| TURTLE | XAI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp94,33M | Rp262,84M |
Volume (24h) | Rp35,77M | Rp61,59M |
Suplai yang Beredar | 154,7M / 1B TURTLE (16%) | 2,1B / 2,5B XAI (84%) |
Typical Hold Time | 11 Hari | 55 Hari |
Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →Xai dikembangkan untuk memungkinkan ekonomi nyata dan perdagangan terbuka di video game. Dengan Xai, miliaran gamer berpotensi bisa memiliki dan menukar item dalam game untuk pertama kalinya, tanpa perlu menggunakan crypto-wallet. Siapa pun bisa mendukung jaringan Xai dengan mengoperasikan sebuah node yang memungkinkan mereka menerima reward dan berpartisipasi dalam tata kelola. Xai dikembangkan oleh Offchain Labs dengan memanfaatkan teknologi Arbitrum.
Selengkapnya di halaman XAI →