Perbedaan Turtle dan WalletConnect: Turtle diperdagangkan di Rp773,31 (kapitalisasi pasar Rp120,27M, volume 24 jam Rp18,65M), sedangkan WalletConnect diperdagangkan di Rp623,46 (kapitalisasi pasar Rp271,79M, volume 24 jam Rp89,86M). Perbedaan utamanya: WalletConnect jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar Turtle 154,7M / 1B TURTLE (16%) dibanding 434,3M / 1B WCT (44%) milik WalletConnect. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Turtle selama 12 Hari dan WalletConnect selama 24 Hari.
| TURTLE | WCT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp120,27M | Rp271,79M |
Volume (24h) | Rp18,65M | Rp89,86M |
Suplai yang Beredar | 154,7M / 1B TURTLE (16%) | 434,3M / 1B WCT (44%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 24 Hari |
Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →WalletConnect Network adalah platform terdesentralisasi yang menghubungkan pengguna ke aplikasi blockchain dengan mudah dan aman. Didukung oleh token WCT, platform ini mendukung ekosistem yang terus berkembang dan diluncurkan di Optimism untuk kinerja yang cepat dan aman.
Selengkapnya di halaman WCT →