Perbedaan Turtle dan Walrus: Turtle diperdagangkan di Rp771,66 (kapitalisasi pasar Rp119,39M, volume 24 jam Rp18,42M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp378,08 (kapitalisasi pasar Rp956,33M, volume 24 jam Rp106,01M). Perbedaan utamanya: Walrus jauh lebih besar — sekitar 8× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar Turtle 154,7M / 1B TURTLE (16%) dibanding 2,5B / 5B WAL (51%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Turtle selama 12 Hari dan Walrus selama 24 Hari.
| TURTLE | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp119,39M | Rp956,33M |
Volume (24h) | Rp18,42M | Rp106,01M |
Suplai yang Beredar | 154,7M / 1B TURTLE (16%) | 2,5B / 5B WAL (51%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →