Perbedaan Turtle dan Terra USD: Turtle diperdagangkan di Rp780,41 (kapitalisasi pasar Rp120,26M, volume 24 jam Rp18,41M), sedangkan Terra USD diperdagangkan di Rp89,11 (kapitalisasi pasar Rp498,65M, volume 24 jam Rp30,12M). Perbedaan utamanya: Terra USD jauh lebih besar — sekitar 4,1× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar Turtle 154,7M / 1B TURTLE (16%) dibanding 5,6B / 6,1B USTC (92%) milik Terra USD. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Turtle selama 12 Hari dan Terra USD selama 57 Hari.
| TURTLE | USTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp120,26M | Rp498,65M |
Volume (24h) | Rp18,41M | Rp30,12M |
Suplai yang Beredar | 154,7M / 1B TURTLE (16%) | 5,6B / 6,1B USTC (92%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 57 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →USTC adalah stablecoin terdesentralisasi dan algoritmik dari blockchain Terra. Koin ini skalabel dan menghasilkan nilai yang dipatok terhadap dolar AS. Stablecoin dalam ekosistem Terra berbagi total likuiditas, yang berarti para pengguna dapat menukar TerraUSD ke TerraKRW (stablecoin Terra yang dipatok ke Won Korea) dengan biaya minimal. Selain itu, pengguna dapat memperoleh pendapatan pasif menggunakan TerraUSD dengan suku bunga stabil dari protokol lending Anchor.
Selengkapnya di halaman USTC →