Perbedaan Turtle dan Ondo US Dollar Yield: Turtle diperdagangkan di Rp610,48 (kapitalisasi pasar Rp94,3M, volume 24 jam Rp34,78M), sedangkan Ondo US Dollar Yield diperdagangkan di Rp20.573 (kapitalisasi pasar Rp38,98T, volume 24 jam Rp6,86M). Perbedaan utamanya: Ondo US Dollar Yield jauh lebih besar — sekitar 413,4× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai Turtle dibatasi (154,7M / 1B TURTLE (16%)), sedangkan Ondo US Dollar Yield terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Turtle selama 11 Hari dan Ondo US Dollar Yield selama 18 Hari.
| TURTLE | USDY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp94,3M | Rp38,98T |
Volume (24h) | Rp34,78M | Rp6,86M |
Suplai yang Beredar | 154,7M / 1B TURTLE (16%) | 1,9B USDY |
Typical Hold Time | 11 Hari | 18 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →Ondo USDY adalah protokol pinjaman terdesentralisasi yang mendukung aset dengan batasan transfer. Desainnya yang fleksibel memungkinkan akses ke lebih banyak instrumen keuangan. USDY menjadi jembatan untuk menghadirkan aset dunia nyata ke blockchain.
Selengkapnya di halaman USDY →