Perbedaan Turtle dan UMA: Turtle diperdagangkan di Rp771,66 (kapitalisasi pasar Rp119,22M, volume 24 jam Rp18,12M), sedangkan UMA diperdagangkan di Rp5.888 (kapitalisasi pasar Rp525,55M, volume 24 jam Rp33,61M). Perbedaan utamanya: UMA jauh lebih besar — sekitar 4,4× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai Turtle dibatasi (154,7M / 1B TURTLE (16%)), sedangkan UMA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Turtle selama 12 Hari dan UMA selama 72 Hari.
| TURTLE | UMA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp119,22M | Rp525,55M |
Volume (24h) | Rp18,12M | Rp33,61M |
Suplai yang Beredar | 154,7M / 1B TURTLE (16%) | 90,6M UMA |
Typical Hold Time | 12 Hari | 72 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →UMA, atau Universal Market Access, adalah protokol untuk penciptaan aset sintetis berbasis blockchain Ethereum (ETH). UMA memungkinkan counterparty untuk mendigitalkan dan mengotomatiskan setiap derivatif keuangan dunia nyata, seperti kontrak berjangka, kontrak untuk perbedaan (CFD), atau swap total return.
Selengkapnya di halaman UMA →