Perbedaan Tria dan Tether Gold: Tria diperdagangkan di Rp150,29 (kapitalisasi pasar Rp323,95M, volume 24 jam Rp36,35M), sedangkan Tether Gold diperdagangkan di Rp76.863.053 (kapitalisasi pasar Rp47,11T, volume 24 jam Rp4,54T). Perbedaan utamanya: Tether Gold jauh lebih besar — sekitar 145,4× kapitalisasi pasar Tria, dan suplai Tria dibatasi (2,2B / 10B TRIA (22%)), sedangkan Tether Gold terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Tria selama 4 Hari dan Tether Gold selama 40 Hari.
| TRIA | XAUT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp323,95M | Rp47,11T |
Volume (24h) | Rp36,35M | Rp4,54T |
Suplai yang Beredar | 2,2B / 10B TRIA (22%) | 612,8K XAUT |
Typical Hold Time | 4 Hari | 40 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Tria adalah neobank crypto berbasis self-custody dengan mesin routing lintas chain yang memungkinkan aktivitas belanja, trading, dan earning dalam satu aplikasi. Platform ini mengatasi fragmentasi blockchain melalui teknologi BestPath yang mendukung transaksi tanpa gas dan tanpa bridging langsung dari wallet pengguna. Token TRIA digunakan untuk reward, akses layanan, dan partisipasi governance.
Selengkapnya di halaman TRIA →Tether Gold adalah stablecoin yang mewakili kepemilikan satu troy ons emas murni dalam bentuk emas batangan fisik yang memenuhi standar Good Delivery dari London Bullion Market Association (LBMA), dengan rasio 1:1. Tether Gold memberikan akses kepemilikan emas fisik melalui stablecoin, sekaligus menghilangkan kelemahan umum seperti biaya penyimpanan tinggi dan akses yang terbatas.
Selengkapnya di halaman XAUT →