Perbedaan Tellor dan Zilliqa: Tellor diperdagangkan di Rp236.379 (kapitalisasi pasar Rp660,25M, volume 24 jam Rp812,51M), sedangkan Zilliqa diperdagangkan di Rp42,49 (kapitalisasi pasar Rp853,89M, volume 24 jam Rp90,68M). Perbedaan utamanya: Zilliqa lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Zilliqa dibatasi (20,1B / 21B ZIL (96%)), sedangkan Tellor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Tellor selama 34 Hari dan Zilliqa selama 130 Hari.
| TRB | ZIL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp660,25M | Rp853,89M |
Volume (24h) | Rp812,51M | Rp90,68M |
Suplai yang Beredar | 2,8M TRB | 20,1B / 21B ZIL (96%) |
Typical Hold Time | 34 Hari | 130 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →Zilliqa (ZIL) adalah blockchain publik yang dirancang dengan kemampuan untuk menyelesaikan ribuan transaksi per detik. Proyek ini berusaha untuk memecahkan masalah skalabilitas dan kecepatan blockchain dengan menggunakan sharding sebagai solusi scaling skala lapisan kedua. Platform ini adalah rumah bagi banyak aplikasi terdesentralisasi, dan pada Oktober 2020, platform ini juga memungkinkan adanya staking dan yield farming.
Selengkapnya di halaman ZIL →