Perbedaan Tellor dan Plasma: Tellor diperdagangkan di Rp269.825 (kapitalisasi pasar Rp750,08M, volume 24 jam Rp120,27M), sedangkan Plasma diperdagangkan di Rp1.665 (kapitalisasi pasar Rp4,29T, volume 24 jam Rp1,12T). Perbedaan utamanya: Plasma jauh lebih besar — sekitar 5,7× kapitalisasi pasar Tellor, dan suplai beredar Tellor 2,8M TRB dibanding 2,6B XPL milik Plasma. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Tellor selama 34 Hari dan Plasma selama 25 Hari.
| TRB | XPL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp750,08M | Rp4,29T |
Volume (24h) | Rp120,27M | Rp1,12T |
Suplai yang Beredar | 2,8M TRB | 2,6B XPL |
Typical Hold Time | 34 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →Plasma is a Layer 1 blockchain designed to power the global stablecoin economy. Built for fast, zero-fee USDT payments and customizable gas tokens, it enables borderless, permissionless access to financial services. With its global payments network and integrated products, Plasma is establishing itself as the native chain for stablecoin transactions.
Selengkapnya di halaman XPL →