Perbedaan Tellor dan Codatta: Tellor diperdagangkan di Rp236.379 (kapitalisasi pasar Rp660,25M, volume 24 jam Rp812,51M), sedangkan Codatta diperdagangkan di Rp123,61 (kapitalisasi pasar Rp307,65M, volume 24 jam Rp16,33M). Perbedaan utamanya: Tellor jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Codatta, dan suplai Codatta dibatasi (2,5B / 10B XNY (25%)), sedangkan Tellor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Tellor selama 34 Hari dan Codatta selama 4 Hari.
| TRB | XNY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp660,25M | Rp307,65M |
Volume (24h) | Rp812,51M | Rp16,33M |
Suplai yang Beredar | 2,8M TRB | 2,5B / 10B XNY (25%) |
Typical Hold Time | 34 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →Codatta adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mengubah pengetahuan manusia dan AI menjadi aset digital yang dapat dimiliki dan menghasilkan royalti. Kontributor dapat memecah data menjadi aset fraksional dengan potensi pendapatan berkelanjutan. Beroperasi di BNB Chain, Ethereum, dan Solana, Codatta menyediakan pelacakan asal data, lisensi, serta distribusi pembayaran otomatis untuk ekosistem AI dan DeSci.
Selengkapnya di halaman XNY →