Perbedaan Tellor dan UMA: Tellor diperdagangkan di Rp269.825 (kapitalisasi pasar Rp748,34M, volume 24 jam Rp121,44M), sedangkan UMA diperdagangkan di Rp6.657 (kapitalisasi pasar Rp609,5M, volume 24 jam Rp34,31M). Perbedaan utamanya: Tellor lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Tellor 2,8M TRB dibanding 91,7M UMA milik UMA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Tellor selama 34 Hari dan UMA selama 71 Hari.
| TRB | UMA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp748,34M | Rp609,5M |
Volume (24h) | Rp121,44M | Rp34,31M |
Suplai yang Beredar | 2,8M TRB | 91,7M UMA |
Typical Hold Time | 34 Hari | 71 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →UMA, atau Universal Market Access, adalah protokol untuk penciptaan aset sintetis berbasis blockchain Ethereum (ETH). UMA memungkinkan counterparty untuk mendigitalkan dan mengotomatiskan setiap derivatif keuangan dunia nyata, seperti kontrak berjangka, kontrak untuk perbedaan (CFD), atau swap total return.
Selengkapnya di halaman UMA →