Perbedaan TokenFi dan Walrus: TokenFi diperdagangkan di Rp40 (kapitalisasi pasar Rp39,9M, volume 24 jam Rp126,3M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp561,43 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp64,6M). Perbedaan utamanya: Walrus jauh lebih besar — sekitar 34,6× kapitalisasi pasar TokenFi, dan suplai beredar TokenFi 1B / 10B TOKEN (11%) dibanding 2,5B / 5B WAL (50%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan TokenFi selama 10 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| TOKEN | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp39,9M | Rp1,38T |
Volume (24h) | Rp126,3M | Rp64,6M |
Suplai yang Beredar | 1B / 10B TOKEN (11%) | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
TokenFi bertujuan menyederhanakan tokenisasi cryptocurrency dan aset, dengan posisi untuk menjadi platform tokenisasi terdepan di dunia. Industri tokenisasi diperkirakan akan mencapai $16 triliun pada tahun 2030. TokenFi diluncurkan oleh tim berpengalaman Floki, pencipta token populer Floki. Mereka memanfaatkan keahlian mereka untuk menjadikan TokenFi sebagai platform teratas di bidang tokenisasi.
Selengkapnya di halaman TOKEN →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →