Perbedaan Theta Fuel dan Terra USD: Theta Fuel diperdagangkan di Rp129,48 (kapitalisasi pasar Rp958,14M, volume 24 jam Rp7,51M), sedangkan Terra USD diperdagangkan di Rp87,34 (kapitalisasi pasar Rp483,49M, volume 24 jam Rp21,41M). Perbedaan utamanya: Theta Fuel lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Terra USD dibatasi (5,6B / 6,1B USTC (92%)), sedangkan Theta Fuel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Theta Fuel selama 47 Hari dan Terra USD selama 57 Hari.
| TFUEL | USTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp958,14M | Rp483,49M |
Volume (24h) | Rp7,51M | Rp21,41M |
Suplai yang Beredar | 7,4B TFUEL | 5,6B / 6,1B USTC (92%) |
Typical Hold Time | 47 Hari | 57 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Theta Fuel (TFUEL) adalah salah satu dari dua token asli di blockchain Theta. TFUEL adalah token kedua di blockchain Theta yang berfungsi sebagai token utilitas dalam pengiriman video dan data terdesentralisasi, juga merupakan token gas. Ini digunakan untuk menggerakkan semua operasi di blockchain Theta, seperti pembayaran ke relai untuk berbagi aliran video, untuk menyebarkan dan berinteraksi dengan kontrak pintar, dan sebagai biaya yang terkait dengan transaksi NTF dan aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TFUEL →USTC adalah stablecoin terdesentralisasi dan algoritmik dari blockchain Terra. Koin ini skalabel dan menghasilkan nilai yang dipatok terhadap dolar AS. Stablecoin dalam ekosistem Terra berbagi total likuiditas, yang berarti para pengguna dapat menukar TerraUSD ke TerraKRW (stablecoin Terra yang dipatok ke Won Korea) dengan biaya minimal. Selain itu, pengguna dapat memperoleh pendapatan pasif menggunakan TerraUSD dengan suku bunga stabil dari protokol lending Anchor.
Selengkapnya di halaman USTC →