Perbedaan Theta Fuel dan Tellor: Theta Fuel diperdagangkan di Rp128,93 (kapitalisasi pasar Rp956,75M, volume 24 jam Rp7,52M), sedangkan Tellor diperdagangkan di Rp236.379 (kapitalisasi pasar Rp662,3M, volume 24 jam Rp821,74M). Perbedaan utamanya: Theta Fuel lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Theta Fuel 7,4B TFUEL dibanding 2,8M TRB milik Tellor. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Theta Fuel selama 47 Hari dan Tellor selama 34 Hari.
| TFUEL | TRB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp956,75M | Rp662,3M |
Volume (24h) | Rp7,52M | Rp821,74M |
Suplai yang Beredar | 7,4B TFUEL | 2,8M TRB |
Typical Hold Time | 47 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Theta Fuel (TFUEL) adalah salah satu dari dua token asli di blockchain Theta. TFUEL adalah token kedua di blockchain Theta yang berfungsi sebagai token utilitas dalam pengiriman video dan data terdesentralisasi, juga merupakan token gas. Ini digunakan untuk menggerakkan semua operasi di blockchain Theta, seperti pembayaran ke relai untuk berbagi aliran video, untuk menyebarkan dan berinteraksi dengan kontrak pintar, dan sebagai biaya yang terkait dengan transaksi NTF dan aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TFUEL →Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →