Perbedaan Telcoin dan Theta Fuel: Telcoin diperdagangkan di Rp26,68 (kapitalisasi pasar Rp2,56T, volume 24 jam Rp16,19M), sedangkan Theta Fuel diperdagangkan di Rp128,24 (kapitalisasi pasar Rp958,14M, volume 24 jam Rp7,51M). Perbedaan utamanya: Telcoin jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Theta Fuel, dan suplai Telcoin dibatasi (96,1B / 100B TEL (97%)), sedangkan Theta Fuel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Telcoin selama 12 Hari dan Theta Fuel selama 47 Hari.
| TEL | TFUEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,56T | Rp958,14M |
Volume (24h) | Rp16,19M | Rp7,51M |
Suplai yang Beredar | 96,1B / 100B TEL (97%) | 7,4B TFUEL |
Typical Hold Time | 12 Hari | 47 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Telcoin, diluncurkan pada 2017 dan dikelola oleh Telcoin Association, adalah fintech yang beroperasi di 171 negara. Menggabungkan blockchain, telekomunikasi, dan perbankan digital untuk menyediakan layanan keuangan terjangkau. Dompet Telcoin mendukung lebih dari 100 aset digital dan memfasilitasi pengiriman uang global. Telcoin diatur sebagai Virtual Asset Service Provider di UE dan Argentina, Major Payment Institution di Singapura, dan Money Services Business di beberapa negara.
Selengkapnya di halaman TEL →Theta Fuel (TFUEL) adalah salah satu dari dua token asli di blockchain Theta. TFUEL adalah token kedua di blockchain Theta yang berfungsi sebagai token utilitas dalam pengiriman video dan data terdesentralisasi, juga merupakan token gas. Ini digunakan untuk menggerakkan semua operasi di blockchain Theta, seperti pembayaran ke relai untuk berbagi aliran video, untuk menyebarkan dan berinteraksi dengan kontrak pintar, dan sebagai biaya yang terkait dengan transaksi NTF dan aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TFUEL →