Perbedaan TAC Protocol dan LayerZero: TAC Protocol diperdagangkan di Rp54,72 (kapitalisasi pasar Rp259,85M, volume 24 jam Rp107,33M), sedangkan LayerZero diperdagangkan di Rp15.184 (kapitalisasi pasar Rp5,34T, volume 24 jam Rp498,4M). Perbedaan utamanya: LayerZero jauh lebih besar — sekitar 20,6× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai LayerZero dibatasi (354M / 1B ZRO (36%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan TAC Protocol selama 4 Hari dan LayerZero selama 13 Hari.
| TAC | ZRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp259,85M | Rp5,34T |
Volume (24h) | Rp107,33M | Rp498,4M |
Suplai yang Beredar | 4,8B TAC | 354M / 1B ZRO (36%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →LayerZero adalah protokol interoperabilitas blockchain yang menghubungkan berbagai blockchain untuk mendukung pengembangan aplikasi dan token omnichain. LayerZero menggunakan endpoint on-chain yang tidak dapat diubah dan Security Stack, memastikan pesan yang aman dan bebas sensor di berbagai jaringan blockchain.
Selengkapnya di halaman ZRO →