Perbedaan TAC Protocol dan Ripple: TAC Protocol diperdagangkan di Rp46,85 (kapitalisasi pasar Rp217,72M, volume 24 jam Rp29,19M), sedangkan Ripple diperdagangkan di Rp17.796 (kapitalisasi pasar Rp1.115,82T, volume 24 jam Rp16,3T). Perbedaan utamanya: Ripple jauh lebih besar — sekitar 5125× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai Ripple dibatasi (62,7B / 100B XRP (63%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan TAC Protocol selama 5 Hari dan Ripple selama 69 Hari.
| TAC | XRP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp217,72M | Rp1.115,82T |
Volume (24h) | Rp29,19M | Rp16,3T |
Suplai yang Beredar | 4,7B TAC | 62,7B / 100B XRP (63%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 69 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
TAC Protocol saat ini diperdagangkan pada Rp47.775 dengan kapitalisasi pasar Rp224,55 juta, menunjukkan posisi bearish jangka pendek berdasarkan sinyal teknis. Token ini memiliki supply yang terbatas dengan 4,7 juta TAC dalam sirkulasi dan rata-rata hold time 5 hari. Meskipun indikator osilator menunjukkan sinyal bullish, moving average masih mendominasi sinyal jual. Support kunci berada di level Rp43-47, sementara resistance di Rp51-56.
Outlook keseluruhan menunjukkan tekanan jual dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang terletak pada potensi rebound dari level support, namun investor perlu waspada terhadap momentum bearish yang kuat dan likuiditas terbatas. Risiko utama termasuk volatilitas crypto yang tinggi dan ketergantungan pada perkembangan ekosistem protocol.
XRP saat ini diperdagangkan pada Rp17.783 dengan sinyal teknis bearish yang kuat berdasarkan moving averages. Token ini mengalami penurunan 43% sejak awal 2026 dan mendekati level support kritis. Meskipun secara teknis lemah, beberapa sinyal on-chain menunjukkan potensi pembalikan, termasuk tingkat funding rate yang mencapai level terendah 10 bulan terakhir. Pengadopsian ekosistem terus berlanjut dengan integrasi Deutsche Bank dan Societe Generale.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko downside yang signifikan. Peluang muncul dari sinyal oversold dan adopsi institusional yang meningkat, namun tekanan jual yang berkelanjutan dan sentimen pasar yang negatif memerlukan kehati-hatian. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi dan ketidakpastian regulasi crypto.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →Aset kripto yang diciptakan untuk menjadi alternatif yang cepat, lebih murah, dan lebih skalabel untuk aset digital lainnya dan platform pembayaran moneter yang ada seperti SWIFT. Juga merupakan aset digital asli di XRP Ledger — teknologi blockchain open-source dan terdesentralisasi yang dapat menyelesaikan transaksi dalam 3-5 detik.
Selengkapnya di halaman XRP →