Perbedaan TAC Protocol dan Wrapped Beacon ETH: TAC Protocol diperdagangkan di Rp55,26 (kapitalisasi pasar Rp259,85M, volume 24 jam Rp107,33M), sedangkan Wrapped Beacon ETH diperdagangkan di Rp38.385.894 (kapitalisasi pasar Rp128,62T, volume 24 jam Rp64,93M). Perbedaan utamanya: Wrapped Beacon ETH jauh lebih besar — sekitar 495× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai beredar TAC Protocol 4,8B TAC dibanding 3,4M WBETH milik Wrapped Beacon ETH. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan TAC Protocol selama 4 Hari dan Wrapped Beacon ETH selama 24 Hari.
| TAC | WBETH | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp259,85M | Rp128,62T |
Volume (24h) | Rp107,33M | Rp64,93M |
Suplai yang Beredar | 4,8B TAC | 3,4M WBETH |
Typical Hold Time | 4 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →WBETH adalah token liquid staking yang mewakili ETH yang distake beserta imbal hasilnya. Token ini memberikan likuiditas instan sekaligus memungkinkan pengguna tetap menerima reward staking ETH dan berpartisipasi di proyek DeFi.
Selengkapnya di halaman WBETH →