Perbedaan TAC Protocol dan Walrus: TAC Protocol diperdagangkan di Rp51,28 (kapitalisasi pasar Rp239,84M, volume 24 jam Rp23,8M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp382,13 (kapitalisasi pasar Rp956,24M, volume 24 jam Rp83,29M). Perbedaan utamanya: Walrus jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai Walrus dibatasi (2,5B / 5B WAL (51%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan TAC Protocol selama 5 Hari dan Walrus selama 24 Hari.
| TAC | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp239,84M | Rp956,24M |
Volume (24h) | Rp23,8M | Rp83,29M |
Suplai yang Beredar | 4,7B TAC | 2,5B / 5B WAL (51%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 24 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
TAC Protocol saat ini diperdagangkan pada harga Rp50,595 dengan kapitalisasi pasar Rp235,59 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish berdasarkan rata-rata bergerak. Token ini menghadapi tekanan jual dengan support kunci di Rp48–50 dan resistance di Rp52–55. RSI jangka pendek menunjukkan kondisi oversold, namun tidak ada update fundamental signifikan yang dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati karena momentum bearish dan volume perdagangan terbatas. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari level support, sementara risiko termasuk volatilitas tinggi dan likuiditas rendah. Investor harus memantau perkembangan protokol dan aktivitas on-chain untuk konfirmasi tren.
Walrus (WAL) saat ini diperdagangkan pada Rp377,19 dengan kapitalisasi pasar Rp947,31 juta, menunjukkan kondisi pasar bearish yang kuat berdasarkan sinyal teknis. Token ini memiliki supply terbatas 5 juta WAL dengan 51% sudah beredar. Tren jangka pendek menunjukkan tekanan jual dominan dengan moving averages memberikan sinyal jual 13-0, sementara indikator osilator berada di zona netral. Hold time rata-rata 24 hari mengindikasikan aktivitas trading jangka pendek yang tinggi.
Outlook keseluruhan bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari level support Rp396 jika terjadi akumulasi, namun risiko utama adalah tekanan jual berkelanjutan dan likuiditas terbatas. Investor harus waspada terhadap volatilitas crypto dan memantau level support kunci untuk sinyal reversal.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →